JAKARTA, (PR).- Upaya jangka pendek untuk menanggulangi kekeringan adalah segera memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampaknya. Kementerian/lembaga terkait serta gubernur di tiap daerah harus betul-betul melihat langsung kondisi di lapangan. Presiden Joko Widodo mengatakan hal tersebut dalam rapat terbatas yang membahas penanggulangan kekeringan di Kantor Presiden, Selasa, 12 September 2017. Menurutnya, pejabat kementerian maupun daerah terkait harus segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bila menemukan adanya suatu wilayah yang terkena kekeringan. “Saya minta juga untuk dicek suplai air untuk irigasi pertanian yang sangat dibutuhkan, terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian daerah yang terdampak kekeringan,” katanya. Dia menyebutkan, selama dua tahun terakhir telah membuat banyak bendungan, waduk dan embung di pedesaan. Dia mengharapkan, infrastruktur pertanian yang telah dibangun itu bisa turut membantu mengatasi dampak kekeringan. “Saya juga minta antisipasi ketersediaan stok makanan di beberapa daerah agar tidak langka dan harga bisa terjaga,” katanya. Dia mengatakan, pemerintah juga jangan lengah untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama lahan gambutĀ seperti pada tahun 2015. Jokowi mengatakan, kekeringan pada tahun ini tidak sama seperti tahun 2015. Pada tahun 2015, katanya, kekeringan dipengaruhi juga oleh el nino. Hal tersebut diketahuinya berdasarkan laporan dari BMKG. Meskipun kekeringan tahun ini tidak sama dengan 2015, Jokowi mengatakan, beberapa daerah ada yang sudah tidak mengalami hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Sebagian daerah Pulau Jawa, katanya, saat ini ada yang sedang mengalami puncak musim kemarau. (Muhammad Ashari)