BAPPEDA JABAR - Mangrove Kembali Hijaukan Pantai Pusakajaya
Mangrove Kembali Hijaukan Pantai Pusakajaya
02 March 2017 16:02

KARAWANG, (PR).- Kawasan pantai Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, yang tiga tahun silam terlihat gersang akibat abrasi, kini rimbun oleh pohon mangrove. Hal terjadi setelah pihak Toyota Indonesia melakukan reboisasi di kawasan tersebut, 2013 lalu.

Toyota Indonesia bersama perusahaan pemasok yang tergabung dalam Toyota Manufacturers Club (TMClub) kembali menanam 200 ribu bibit mangrove di kawasan tersebut, untuk memperlebar bentangan pohon mangorve yang telah ada, Rabu, 1 Maret 2017.

“Penanaman mangrove di Desa Pusakjaya melibatkan seribu pelajar Karawang,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, sebelum melakukan penanaman pohon pelindung pantai itu, di Pantai Pusakajaya Utara.

Menurut Warih, penanaman mangrove yang dilakukan Toyota tidak hanya sebatas seremonial belaka. Pohon mangrove yang telah ditanam terus dipantau perkembangannya hingga dipastikan tumbuh dengan subur.

“Salah satu bukti, pohon mangrove yang ditanam tiga tahun lalu di pantai ini, sekarang sudah besar. Bahkan telah mampu menahan abrasi,” katanya.

Disebutkan, Group Toyota telah melakukan penanaman manggrove sejak 2012 yang merupakan bagian dari program Toyota Forest (Hutan Toyota).

Mangrove tidak hanya ditanam di wilayah Kabupaten Karawang saja, tetapi juga di Kepulauan Seribu, Bekasi, Semarang, Kendal, Demak hingga Banyuwangi. Hingga saat ini mangrove yang telah ditanam toyota mencapai 1,3 juta pohon.

Pada 2017 ini, lanjut Warih, Toyota Indonesia manargetkan mananam 1 juta pohon mangrove yang tersebar di Karawang, Semarang dan Kendal.

“Kami masih akan terus menanam manggrove hingga sepanjang pantai utara jawa kembali hijau,” katanya.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mendukung gerakan menanam pohon Manggrove oleh Toyota. Menurutnya, Toyota
Indonesia harus dijadikan conto oleh perusahaan lain dalam memelihara lingkungan hidup.

Deddy bahkan meminta Toyota meningkatkan nilai CSR-nya agar semakin banyak lagi pohon mangrove yang ditanam di wilayah Jawa Barat. “Setiap satu Toyota mengeluarkan satu produk, keuntungannya harus disisihkan untuk menyiapkan bibit mangrove plus satu pohon bambu,” kata Deddy.

Menurutnya, pohon mangrove sangat berguna dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Selian menyelamatkan abrasi, pohon mangrove juga dapat menumbuhkan kembali habitat laut.

“Dengan tumbuhnya, mangrove maka kepting dan ikan-ikan pantai akan bisa berkembang biak,” katanya.

Dikatakan juga, di Karawang terdapat banyak perusahaan industri, sehingga jika semua bisa berpartisipasi, maka pesisir utara Karawang sepanjang 84 kilometer bisa menjadi hutan manggrove yang subur.

Deddy Mizwar berjanji akan melakukan safari ke sejumlah kawasan industri di Karawang dan Bekasi untuk mensosialisasikan gerakan menanam manggrove. Dia berharap, melalui kegiatan safari tersebut, para pengelola perusahaa bisa tegerak untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah abrasi.

“Satu perusahaan saja yaitu Toyota Indonesia bisa menanam mangrove sepanjang 4 kilometer. Jika semua perusahaan mau berbuat serupa, masalah abrasi di Pantai Utara Jawa Barat, selesai,” katanya.

Sementara itu Deputi Menteri Koordinator Kemaritiman, Agung Kuswandono menyebutkan, 50 persen mangrove di Indonesia sudah hilang, dan sebagian besar ada di wilayah Pantai Utara Jawa. Oleh sebab itu, gerakan menanam mangrove di wilayah tersebut sangat diperlukan.

“Mangrove murupakan anugrah bagi Indonesia. Luas areal hutan mangrove di dunia hanya 3 juta hektare, dan 23 persen di antaranya terdapat di Bumi Pertiwi ini,” kata Agung.

Di tempat yang sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, Pemkab Karawang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk mengatasi abrasi. Namun dana sebanyak itu menjadi sia-sia karena abrasi tidak dapat dihentikan.

Namun, lanjut Cellica, melalui penanaman mangrove, ternyata gerusan air laut bisa tertahan. “Saya kira penanaman mangrove lebih efektif guna mengatasi abrasi dari pada memasang batu penahan gelombang,” ujarnya. (Dodo Rihanto)

Kontak
Jl. Ir. H. Juanda No.287, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135
(022) 2516061
BAPPEDA JABAR - twitter BAPPEDA JABAR - facebook BAPPEDA JABAR - tiktok
Copyright © Humas Bappeda Provinsi Jawa Barat 2022