CIAMIS, (PR).- Musim hujan masih berlangsung hingga Mei 2017 ini. Namun, persawahan di dua kecamatan Kabupaten Ciamis justru kekeringan. Rupanya sebuah lubang menganga yang menjadi penyebabnya. Sejak beberapa hari terakhir persawahan di Purwadadi dan Lakbok tidak mendapat air. Pasalnya dasar saluran jaringan irigasi primer Lakbok Utara di wilayah Pondokhuni, Kecamatan Langensari, Kota Banjar ambles. Persawahan yang saat ini mulai kekurangan air, di antaranya terdapat di Desa Kertajaya, Sukanagara dan Kalapasawit, di wilayah Kecamatan Lakbok. Selain itu juga Desa Karangpaningal dan Sukamulya, dan sekitaranya di Kecamatan Purwadadi. Amblesnya lantai irigasi primer yang bersumber dari aliran Sungai Citanduy di wilayah Doboku, Kota Banjar, terjadi pada hari Jumat, 28 April 2017. Pascaamblesnya irigasi hingga meninggalkan lubang menganga cukup besar, pasokan air langsung dihentikan. Lubang menganga tersebut cukup dalam dan berongga akibat terkikis air. Akibat dihentikannya pasokan air, menyebabkan persawahan persawahan yang mengandalkan air dari irigasi tersebut menjadi kekurangan air. Di lain pihak, saat ini petani sangat membutuhkan air, karena sebagian di antaranya tengah mengolah sawah persiapan tanam, dan sebagian baru ditanami. “Sejak irigasi ambles, praktis tidak ada lagi pasokan air sekarang, masih sedikit terbantu oleh air hujan. Saat ini kami sangat membutuhkan pasokan air, karena tengah mengolah lahan. Tidak mungkin membajak sawah saat tanahnya keras,” ungkap Sarno seorang petani di wilayah Lakbok. Petani, lanjutnya berharap agar irigasi dapat segera diperbaiki, sehingga dapat kembali mengalirkan air. Sarno khawatir, jika lahan tidak segera diolah, berdampak pada mundurnya masa tanam. “Jika tidak ada air, praktis olah lahan juga tertunda, masa tanam juga mundur. Mungkin bisa dibantu dengan sumur bor, akan tetapi darimana anggarannya. Meskipun perbaikan darurat, yang penting dapat air,” ujarnya. Tidak Diperbaiki Terpisah Camat lakbok, Idang Dahlan mengatakan akibat amblesnya lantai irigasi Lakbok Utara, mengakibatkan ratusan hektare persawahan di wilayahnya terancam kekurangan air. Akibat tidak mendapat pasokan air, beberapa titik persawahan mulai kering. “Saat ini petani sangat membutuhkan air untuk mengolah lahan. Kami berharap pihak terkait dapat segera memerbaiki, sehingga petani dapat kembali mengolah lahan,” ujar Idang Dahlan. Dia mengungkapkan, sampai saat ini belum mendapat kepastian saluran irigasi Lakbok Utara tersebut diperbaiki. Untuk memerbaiki fasilitas tersebut, lanjutnya, dilakukan secara swadaya atau perbaikan oleh pengelola irigasi tersebut yakni Balai besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Kota Banjar. “Yang penting air dapat segera dialirkan , karena petani membutuhkan untuk menggolah sawah, dan mengairi persawahan yang baru ditanami. Langkah cepat perbaikan melalui swadaya, terlampau lama jika menunggu turunnya anggaran,” tuturnya. Idang menambahkan saat ini Kecamatan Lakbok dan Purwadadi merupakan salah satu wilayah lumbung padi di Kabupaten Ciamis. Sebagian besar persawahan mengandalkan pasokan air dari jaringan irigasi primer Lakbok Utara. (Nurhandoko)