BAPPEDA JABAR - Jumlah Lahan Kritis di Garut Makin Mengkhawatirkan
Jumlah Lahan Kritis di Garut Makin Mengkhawatirkan
20 March 2017 15:03

GARUT, (PR).- Kondisi lahan kritis di daerah Kabupaten Garut saat ini semakin mengkhawatirkan. Lahan kritis yang ada di Kabupaten Garut terus bertambah setiap tahunnya.

Hal ini diutarakan Asisten 2 Setda Pemerintah Kabupaten Garut Yati Rohayati. Dia  menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 104.000 hektar lahan kritis yang ada di Kabupaten Garut.

“Lahan kritis terus bertambah. Pada tahun 2014, jumlah lahan kritis masih di bawah 100 hektar. Sementara saat ini sudah mencapai lebih dari 104.000 hektar,” ungkapnya ketika memberikan sambutan pada acara ‘Penanaman Pohon dan Launching Early Warning System’ di Arboretum Legok PUlus, KEcamatan Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu, 18 Maret 2017.

Yati yang dalam kesempatan tersebut mewakili Bupati Garut Rudy Gunawan, menuturkan, jumlah lahan kritis tersebut perlu disikapi dengan segera. Salah satunya adalah meminimalisir sekecil mungkin alih fungsi lahan.

Adapun saat ini, menurut dia, pihaknya telah membuat regulasi melalui Peraturan Daerah mengenai lahan pertanian berkelanjutan. Restorasi hulu Sungai Cimanuk harus menjadi perhatian semua pihak.

Pikiran-rakyat.com

Pikiran-rakyat.com

Pada kegiatan pagi itu , dilakukan penanaman 1000 pohon bibit bambu kuning di Arboretum Legok Pulus, Garut. Penanaman tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pelestarian hulu sungai Cimanuk, dan juga rencana program bio engineering di sempadan Sungai Cimanuk. Penanaman pohon merupakan kerjasama Pikiran Rakyat dengan BNI, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Selain merupakan rangkaian ulang tahun ke-51 Pikiran Rakyat, kegiatan penanaman pohon tersebut juga merupakan bagian dari peringatan Hari Air Dunia yang jatuh pada 22 Maret.

Adapun komunitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Mahasiswa Pencinta Alam Mahacita Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Mapenta Universitas Islam Bandung (Unisba), Mapala Universitas Garut (Uniga), Kaniwata Universitas Siliwangi (Unsil). Kemudian, Siswa Pencinta Alam (Sispala) Himsipal SMAN 11 Bandung, Wanapala SMAN 6 Bandung, Stupala SMA Pasundan 8 Bandung, Sadagori SMAN 5 Bandung.

Selain itu juga Emergency Rescue Unit (ERU) Land Rover, Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut, hingga Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tasikmalaya. (Siska Nirmala Puspitasari)

Kontak
Jl. Ir. H. Juanda No.287, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135
(022) 2516061
BAPPEDA JABAR - twitter BAPPEDA JABAR - facebook BAPPEDA JABAR - tiktok
Copyright © Humas Bappeda Provinsi Jawa Barat 2022