SUMEDANG, (PR).- Sebagian ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di seksi II Rancakalong-Sumedang, bisa digunakan untuk mudik lebaran tahun ini. Namun, penggunaannya bersifat darurat apabila di Jalan Cadas Pangeran terjadi kemacetan kendaraan. Kemacetan itu, di antaranya bisa disebabkan akibat longsor yang menimbun badan jalan. “Jadi penggunaan sebagian ruas jalan tol di seksi II ini, menjadi alternatif terakhir ketika terjadi kondisi darurat di Jalan Cadas Pangeran. Itu hasil keputusan rapat terakhir bersama Dinas Pekerjaan Umum Jabar dan instansi terkait lainnya, beberapa waktu lalu. Penggunaannya pun hanya sebatas untuk menghadapi arus mudik lebaran tahun ini, dari H-7 hingga H+7,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida ketika ditemui di kantornya, Rabu, 31 Mei 2017. Ia menyebutkan, sebagian ruas jalan tol Cisumdawu seksi II yang akan digunakan untuk mudik lebaran, dari mulai daerah Citali, Kecamatan Pamulihan tepatnya di depan kampus Unwim sampai ke daerah Samoja, Kecamatan Sumedang Selatan, tepatnya di dekat patung kuda. Ruas jalan yang akan digunakan sepanjang 5 km. Jalan tol itu digunakan, jika tidak ada jalan alternatif lainnya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Cadas Pangeran. “Makanya, penggunaan jalan tol ini menjadi alternatif terakhir dan bersifat darurat saja. Ini pun, atas keinginan pimpinan kami di Kementerian PUPR,” tutur Wida. Menurut dia, ruas jalan tol yang akan digunakan untuk mudik lebaran, kontruksinya dinilai aman dilewati mobil-mobil kecil, walaupun belum maksimal. Sebab sebelumnya, jalan tol tersebut tidak disiapkan untuk menampung kendaraan arus mudik. Selain ada beberapa titik ruas jalan yang masih perlu perbaikan, juga belum dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan rambu-rambu lalu lintas. “Senin kemarin, kami bersama Dishub Jabar dan Polres Sumedang sudah melakukan survei lapangan untuk mengecek kondisi ruas jalan tol yang akan digunakan untuk mudik lebaran. Cuma saya belum tahu, apakah nanti akan ada uji coba dulu? Untuk masalah uji coba, akan dibahas lagi dalam rapat selanjutnya. Nanti juga akan ada survei lagi ke lapangan,” katanya. Perbaikan beton Lebih jauh Wida menjelaskan, sehubungan ruas jalan tol di seksi II akan digunakan untuk kendaraan arus mudik, sehingga Satker akan melakukan beberapa perbaikan. Misalnya, membangun jalan beton setebal 10 cm untuk akses keluar-masuk kendaraan di daerah Citali, Kecamatan Pamulihan. Pasalnya, kondisi jalannya masih berupa tanah. Permukaan tanahnya pun akan diturunkan sedikit karena posisinya terlalu menanjak, “Sekarang juga, kami akan memasang sejumlah rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan tol yang akan digunakan arus mudik. Untuk lampu PJU-nya, semuanya akan dipasang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jabar,” ucapnya. Ia tak memungkiri, penggunaan sebagian ruas jalan tol Cisumdawu di seksi II, bisa menimbulkan kerugian materi bagi Satker. Itu bisa terjadi apabila kondisi jalan tol mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan. Apalagi pekerjaan proyeknya belum PHO (penyerahan pertama pekerjaan). PHO-nya baru akan dilaksanakan Agustus nanti. “Tapi mudah-mudahan, tidak sampai terjadi kerusakan. Sebetulnya, jalan tol di seksi II ini, baru bisa digunakan pada mudik lebaran tahun depan,” ujar Wida. (Adang Jukardi)