Antarajabar.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai bencana alam seperti banjir dan longsor karena hingga akhir tahun 2016 wilayah Jawa Barat sedang memasuki musim hujan. “Artinya semua kita harus waspada dengan bencana. Bagi masyarakat yang merasa ada pada kawasan rawan bencana, ketika ada gejala, ada kekhawatiran, bisa dipicu angin, cuaca, hujan, segera menyelamatkan diri,” kata Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu. Ia meminta seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya dan tidak merusak lingkungan di sekitarnya sehingga akan merugikan masyarakat banyak. “Sehingga jika dijaga maka pada saat hujan tidak banjir dan kemarau pun tidak kekeringan. Bahkan kalau diperbaiki tidak akan longsor juga,” kata dia. Selain itu, Aher juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dan kabupaten/kota untuk siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan bencana alam yang akan terjadi selama musim hujan. “Tentunya BPBD Jabar dan kabupaten/kota harus optimal. Selain melakukan mitigasi bencana, juga sosialisasi penyadaran bencana pada masyarakat,” kata dia. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Haryadi Wargadibrata mengaku sistem peringatan dini bencana sudah dilakukan dengan baik sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan terhadap bencana alam saat musim hujan di Jawa Barat. Selain itu, kata Haryadi, berbagai pihak terkait terus melakukan pantauan untuk memprediksi kemungkinan fenomena alam yang akan terjadi. “Hal-hal seperti sistem peringatan dini itu sebetulnya jangan jadi masalah dan pergerakan tanah selalu diawasi oleh tim vulkanologi dari pemerintah pusat,” kata dia. Menurut dia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menganalisis hal serupa dalam setiap bulannya. “Mitigasi bencana sudah menerbitkan per enam bulan sekali, kita bahas minimal dua kali setahun,” katanya. “Teman-teman dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air setiap hari melakukan pemantauan terhadap aliran sungai. Oleh karena itu, saat ini yang harus menjadi perhatian adalah perbaikan di kawasan hulu sehingga daerah tangkapan air semakin banyak kembali,” kata dia.