Antarajabar.com – Gempa 6,3 Skala Richter yang terpusat di Sukabumi, membuat panik warga Cianjur, Jawa Barat, terlebih pasien di RSUD Cianjur yang sempat diungsikan keluar ruangan karena guncangan yang dirasakan cukup kencang dan lama. “Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, meskipun badan lemas saya paksakan keluar dari ruangan sambil membawa infusan karena getaran gempa cukup kuat dan lumayan lama,” kata Rusman (34) seorang pasien di RSUD Cianjur, Senin. Dia menjelaskan, hal yang sama terlihat dilakukan penunggu pasien, pasien dan perawat yang berhamburan keluar ruangan, bahkan beberapa orang penunggu pasien sempat mendorong kasur pasien keluar ruangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Hampir dari semua ruangan keluar bahkan ada yang dengan bangsalnya karena pasien menderita penyakit kronis dan tidak bisa bangun. Saya sempat melihat ada beberapa retakan yang terjadi di diding rumah sakit akibat gempa tersebut,” katanya. Selang beberapa puluh menit tambah dia, pasien sempat bertahan di luar ruangan, setelah merasa yakin tidak terjadi gempa susulan pasien kembali masuk ke dalam ruangannya masing-masing. Sementara warga disejumlah wilayah di Cianjur, mengalami hal yang sama, bahkan warga yang panik berhamburan keluar rumah dan mencari tempat terbuka seperti yang dilakukan warga di Perumahan Pesona Cianjur. Warga berkumpul di jalan utama perumah tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Cukup kencang dan lama sehingga membuat kami sekeluarga panik. Hampir semua kepala keluarga di perumahan ini keluar dari rumah karena getaran gempa cukup lama. Usai gempa warga tidak langsung masuk ke rumah karena takut gempa susulan terjadi, selang beberapa puluh menit baru kami berani masuk rumah,” kata Gina (40) warga perumahan. Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman, mengatakan getaran gempa yang terpusat di Sukabumi, cukup keras dirasakan warga di Cianjur, bahkan hingga ke wilayah utara. Namun hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut. “Kami sudah meminta tim dan relawan untuk melakukan pendataan, namun hingga siang menjelang kami belum mendapat laporan dampak atau kerugian dari gempat tersebut,” katanya. (Ahmad Fikri/Ajat S)