BANDUNG,(PR).- Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah yang terlewati arus mudik Lebaran 2017 termasuk Jawa Barat untuk menuntaskan persoalan hambatan yang kerap ditemui pada musim mudik. Di antaranya masalah infrastruktur jalan dan kemacetan di beberapa titik jalur yang terlintasi. Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan hal itu seusai rapat koordinasi teknis persiapan transportasi mudik Lebaran 2017, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya di Jakarta, Senin, 3 April 2017. “Salah satu kesimpulan rapat Pak Menko meminta semua pihak harus meningkatkan koordinasi dan berkinerja untuk menurunkan tingkat kemacetan dan kecelakaan serta peningkatan pelayanan pada masyarakat,” ujar dia, di Gedung Sate, sepulang mengikuti rapat di Jakarta. Menurut Iwa, Pemprov Jabar bersama Polda Jabar dan pihak terkait sudah mengidentifikasi dan memecahkan sejumlah persoalan di lapangan terkat mudik. Di antaranya pemerintah pusat menyoroti 14 titik pasar tumpah yang menjadi penyumbatan arus kendaraan. “Untuk perlintasan mudik di jalur Pantura kami harus mengatasi 14 titik pasar tumpah yang biasanya menjadi titik kemacetan, sekaligus percepatan perbaikan infrastruktur di sana,” ujarnya. Sementara itu, untuk jalur selatan, pemerintah meminta Pemprov Jabar mengurangi kemacetan di Rancaekek, Nagreg Limbangan, Kadungora, Leles dan Ciawi. Namun, di sisi lain Iwa pun mengungkapkan adanya sejumlah kerusakan jalan di jalur tersebut. “Selain jalur selatan, kondisi kemacetan dan perbaikan infrastruktur untuk jalur tengah daerah Ciawi, Puncak dan Cipanas pun diminta untuk dituntaskan,” kata dia. Sementara itu, pemerintah pusat memaparkan Lebaran 2017 diperkirakan akan jatuh pada 25 dan 26 Juni 2017. Sementara, puncak arus mudik akan terjadi 23-24 Juni 2017. Untuk puncak arus balik terjadi pada 1 dan 2 Juli 2017. Secara nasional, jumlah pemudik 2016 sekitar 17,6 juta orang dan pada 2017 diprediksi 20-25 juta orang (meningkat 5%-10%). Jumlah pemudik keluar dari Jakarta sekitar 6 juta orang dan pada 2017 diprediksi 6,5 juta orang, dengan destinasi terbesar ke Jawa, Bali, dan Sumatra melalui tiga termmal utama (Pulo Gadung, Kampung Rambutan dan Kanderes) serta 19 terminal bus bantuan di seluruh DKI Jakarta. Adapun tantangan angkutan Lebaran 2017 yaitu peningkatan koordinasi antara Kemenhub, Kementrian PUPR dan POLRI, serta Pemda setempat dalam kerja sama antisipasi peningkatan mudik Lebaran 2017 dan percepatan penyelesalan dan pemenuhan sarana dan prasarana semua moda. (Novianti Nurulliah)