POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pemerintah Pusat memastikan akan mengaktifkan jalur-jalur kereta api di Jawa Barat yang mati. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku akan mendukung langkah tersebut dengan menyiapkan semua elemen pendukungnya. Menteri BUMN RI, Rini Soemarno mengatakan masyarakat sekarang lebih meminati naik kereta api karena aman, nyaman dan tepat waktu. Hal itu dibuktikan dengan angka penumpang pada tahun 2018 berjumlah di atas 425 juta. Adapun program reaktivasi rel mati merupakan instruksi langsung dari presiden. “Kereta api ini kantor pusatnya ada di Bandung. Dan memang Presiden menekankan betul terutama bahwa di Jawa Barat perlu mendorong lebih banyak lagi reaktivasi jalur-jalur kereta api,” ungkap Rini usai Fun Walk di Soreang, Minggu (10/3/19). “Kenaikannya cukup besar dibandingkan tahun 2017. Apalagi banyak daerah-daerah yang dianggap sangat cantik sebagai tempat wisata di Jawa Barat,” katanya. Sementara menurutnya, jalur Bandung – Ciwidey saat ini baru masih dalam proses pemetaan. “Karena memang jalur-jalurnya ini ada sebagian masih diduduki masyarakat. Tentunya harus dikomunikasikan dengan masyarakat sehingga masyarakat bisa mendapatkan uang krohiman atau solusi yang baik,” kata Rini. “Jadi diharapkan sebelum akhir tahun sudah diaktifkan,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar), Iwa Karniwa menyatakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh rencana pemerintah pusat untuk mereaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat. Program reaktivasi yang digagas oleh Pemerintah Pusat melalui Presiden RI ini akan ditindaklanjuti oleh BUMN, PT KAI dan PT. Inka. Karena menurutnya, reaktivasi jalur kereta api ini merupakan langkah-langkah dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang bertujuan untuk mempercepat arus barang dan orang melalui angkutan masal. Diharapkan kelak akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Secara teknis Iwa selaku koordinator, membantu proses dari sisi kewenangan pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Melalui sosialisasi/ informasi pada masyarakat agar masyarakat sadar dan sukarela. Serta pada pihak-pihak tertentu jangan menjadi provokator, sehingga menghambat pembangunan yang sedang dilakukan. “Karena walaupun kita sudah targetkan tetapi di lapangan ada hambatan/provokasi nanti prosesnya akan menjadi sulit. Oleh karena itu saya mohon dengan sangat semua pihak ikut mendukung dan membantu,” kata Iwa. “Karena ini untuk kebaikan seluruh masyarakat Jawa Barat, termasuk Indonesia dan dunia untuk berkunjung ke Jawa Barat. Khususnya saat ini pariwisata Jawa Barat mulai digalakkan,” sambungnya.