BAPPEDA JABAR - Banjir Bandang Garut, Lahan Pertanian Rusak
Banjir Bandang Garut, Lahan Pertanian Rusak
06 June 2017 14:34

GARUT, (PR).- Lahan pertanian di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, rusak akibat diterjang banjir bandang luapan Sungai Ciojar, Senin, 5 Juni 2017 malam.

“Banyak lahan pertanian yang rusak akibat terendam banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Tatang Hidayat saat meninjau areal pertanian terdampak banjir di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler Garut, Selasa, 6 Juni 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia menuturkan, areal pertanian yang rusak di antaranya padi, sayur dan cabai tersebar dibeberapa blok pertanian di Kecamatan Tarogong Kaler. Terkait daerah lain yang terdampak banjir, kata dia, masih dalam pemantauan petugas dari Dinas Pertanian.

“Kita masih mendata daerah mana saja yang terkena dampak banjir, sementara baru di Kecamatan Tarogong Kaler,” katanya.

Ia mengatakan, peninjauan sementara tingkat kerusakan pertanian seperti gagal panen, atau gagal tanam padi. Sedangkan tanaman lainnya seperti cabai dan tomat, kata dia, masih bisa mendapatkan pemeliharaan lebih lanjut hingga panen.

“Tanaman yang terendam banjir, kemungkinan akan hidup, tinggal dilakukan pemeliharaan lanjutan saja,” katanya.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, sejumlah petani di Kampung Rancabango tampak membereskan beberapa tanaman cabai dan tomat yang diterjang banjir. Selain areal pertanian, pemukiman warga dan komplek Pesantren Persis Rancabango juga diterjang banjir, akibatnya aktivitas kegiatan di pesantren tersebut terhenti.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Garut, Senin (5/6) malam, kemudian terjadi luapan air Sungai Ciojar memasuki pemukiman warga dan badan jalan. (Siska Nirmala Puspitasari)

Kontak
Jl. Ir. H. Juanda No.287, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135
(022) 2516061
BAPPEDA JABAR - twitter BAPPEDA JABAR - facebook BAPPEDA JABAR - tiktok
Copyright © Humas Bappeda Provinsi Jawa Barat 2022