BANDUNG, INILAH KORAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah luas hutan. Sedikitnya ada 12.000 hektar yang bakal dijadikan hutan dalam proyek kerjasama dengan pemerintah pusat ini. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, penambahan hutan tersebut dengan cara mengkonversi area perkebunan yang dinilai kurang produktif. “Dari analisa kebun-kebun yang kurang produktif akan kita konversi bukan menjadi tempat kota baru, malah menjadi hutan,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (4/2/2019). Penambahan luas hutan ini dilakukan seiring tuntasnya ‘pinjaman’ lahan yang digunakan perusahan tebu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Di mana pada 1976 lalu membuka dan mengelola kebun tebu di wilayah Jabar. “Dalam perjalanannya, itu harus dikembalikan menjadi hutan di sekian tahun sesudah perjanjian itu. Dan waktunya telah tiba,” katanya. Konversi perkebunan menjadi hutan ini, lanjut dia, tidak harus di lokasi yang sama. Yang penting mengkompensasi seluas yang dulu dipakai oleh perkebunan tersebut. Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyampaikan, hutan ini akan berada di 5 hingga 6 kabupaten. “Nanti 12.000 hektar itu tidak di satu titik tersebar. Lahannya jadi milik pemerintah,” pungkasnya.