BAPPEDA JABAR - Waduk Cileuweung Digenangi 2017
Waduk Cileuweung Digenangi 2017
12 January 2016 19:18

SINDO, Kuningan- Pembangunan Waduk Cileuweung yang membendung aliran Sungai Cikaro di Kabupaten Kuningan, ditargetkan rampung tahun ini dan mulai digenangi 2017 mendatang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Kuningan Amirrudin. Menurutnya pengerjaan waduk yang menelan biaya hingga Rp300 miliar tersebut terus digenjot.

Waduk Cileuweung seluas 285 hektare tersebut merupakan waduk terluas kedua di Kabupaten Kuningan, setelah Waduk Darma yang memiliki 400 hektare. “Waduk yang dibiayai APBn, sharing  antara Pemprov Jateng dan Jabar, serta dari APBD Brebes tersebut tengah dikebut, mengingat proyek ini ditargetkan 2016 ini” ujar Amirrudin, belum lama ini.

Dia melanjutkan, penggenanagan waduk yang direncanakan 2017 nanti, akan menggenangi enam desa di dua kecamatan. Tiga desa, yakni Desa kawungsari, Randusari, dan Desa Cimara di Kecamatan Cibeureum serta tiga desa lainnya, yakni Desa Tanjungkerta, Simpay Jaya, dan Cihanjaro di Kecamatan Karangkanca.

Saat ini, lanjut Amirrudin, pengerjaan waduk sudah pada tahap pembangunan terowongan pengelak air sebagai pengalih arus Sungai Cikaro sepanjang 260 meter dengan diameter sekitar tujuh meter. Terowongan itu menerobos bukit disekitar lokasi tapak bendungan. “Terowongan pengalih arus ini nantinya ditutup setelah pengerjaan bendungan rampung dan siap digenangi,” katanya.

Bupati Kuningan Utje Ch Suganda berharap,  pembangunan waduk yang digagas mantan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda pada 2013 lalu itu segera rampung. Pasalnya, waduk tersebut akan sangat berguna untuk mengairi  lahan pertanian, khusunya di wilayah Kuningan Timur dan wilayah Kabupaten Brebes.

Utje meyakinkan, berbagai permasalahan yang menyertai pembangunan waduk pun sudah terselesaikan, seperti pembebasan lahan kebun dan sawah milik masyarakat seluas 69 hektare. Sementara pembebasan pemukiman penduduk dan lahan Perhutani, kata Utje, akan dilaksanakan pada tahap berikutnya. Khusus lahan Perhutani, kata Utjem, proses pembebeasannya harus melalaui Kementerian Kehutanan. “Pembangunan Waduk Cileuweung merupakan wujud nyata bentuki kerjasama antar daerah perbatasan. Waduk ini akan menampung air hingga 30 juta meterkubik dan diharapkan mampu mengairi 1.000 hektare lahan pertanian di wilayah Kuningan Timur dan 7.500 hektare di Kabupaten Brebes, terutama untuk lahan pertanian bawang merah,” papar Utje.

Utje menambahkan, Waduk Cileuweung merupakan bendungan multifungsi. Selain untuk pengairan, Waduk Cileuweung akan menjadi destinasi wisata dan pusat usaha budi daya ikan jaringan terapung. “Bahkan sangat potensial sebagai pembangkit listrik tenaga air yang diprediksi mampu menghasilkan 941 KWH, yang sangat berguna bagi masyarakat pedesaan di sekitar waduk,” tandasnya.

Copyright © Humas Bappeda Provinsi Jawa Barat 2022