Wagub Jabar: Masyarakat Aktor Penting Pelestari Lingkungan
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 28 Nov 2016 15:59 , Dilihat Sebanyak : 19 Kali

Antarajabar.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, aktor terpenting pelestarian alam sesungguhnya adalah masyarakat, dengan dibantu “political will” dari pemerintah, dalam penyediaan fasilitasnya dan masyarakat dan pemerintah bergerak bersama untuk menjaga keseimbangan alam.
“Misal kita bilang, jangan buang sampah, terus buang nya ke mana? terus olahnya gimana? nah ini harus pemerintah fasilitasi. Jadi aktor terpentingnya adalah masyarakat, tapi ada `political will` dari Pemerintah,” kata Deddy Mizwar, dalam siaran persnya, Jumat.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan peduli lingkungan tersebut juga salah satunya merupakan upaya mengedukasi masyarakat untuk mulai merawat alam.

Karena menurutnya, melihat bencana di Jawa Barat yang terjadi belakangan, merupakan peringatan dari Allah SWT, bahwa alam sudah tak seimbang lagi.

“Alam ini sudah menunjukan ketidak seimbangannya, kerusakan ini oleh manusia, bukan siapa-siapa, dan kerusakan ini bisa diatasi oleh manusia juga,” kata Deddy.

Pemprov Jabar, lanjut dia, terus berupaya melaksanakan berbagai program untuk menjaga kelestarian alam salah satunya ialah dengan menanam 1000 batang tanaman kayu- kayuan endemik dan eksoti pada acara puncak Aksi Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016, diselenggarakan di Kebun Raya Kuningan Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan gerakan nyata penanaman pohon secara massal oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kerjasama antara Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kehutanan Kebupaten Kuningan, UPT KemenLHK, dan Perhutani, yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor kekeringan dan kebakaran, sebagai konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity), penyerapan karbondioksida (CO2) di atmosfer untuk antisipasi dampak perubahan iklim, dan ikut berpartisipasi terhadap kebutuhan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan pun diikuti lebih dari 1.000 orang terdiri dari jajaran FKPD Jabar, Dinas Provinsi Jabar dan Kabupaten/ Kota, Badan dan Biro Provinsi Jabar Serta Kabupaten/ Kota, BUMN/ BUMS, OPD Provinsi dan Kabupaten/ Kota, Perguruan Tinggi, Organisasi, Darmawanita, Pelajar tingkat SD, SMP, SMA, Pramuka, dan unsur – unsur Desa, serta warga setempat,” kata dia.