TPPAS Legok Nangka Diharapkan Beroperasi Tahun 2022
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 11 Apr 2019 17:35 , Dilihat Sebanyak : 139 Kali

BANDUNG, PR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lelang investasi Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir sampah (TPPAS) regional Legok Nangka bisa dilaksanakan akhir April ini. Untuk diketahui pemprov Jabar menargetkan TPPAS Legok Nangka tersebut beroperasi pada tahun 2022 mendatang.

“Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah selesai dokumen lelangnya, sekarang masih konsultasi dengan konsultan jepang, JICA,” ucap Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemprov Jabar, Eddy IM Nasution, kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu 10 April 2019.

Diakui Eddy, nilai proyek belum diketahui. Pihaknya hanya mengendalikan jangan sampai mundur supaya yang berminat yakin.

Di sisi lain, Eddy mengakui bahwa pihaknya membebaskan jenis teknologi yang akan diterapkan nanti. Yang penting TPPAS Legok Nangka diproyeksikan sebagai TPPAS waste to energy. Yang dalam hal ini menghasilkan energi listrik yang nanti akan dibeli oleh PLN.

“Teknologinya juga harus ramah lingkungan,” Ucap dia.

Dia menambahkan, meski belum ada market sounding pihak yang berminat sudah banyak terhadap proyek tersebut.

Proyek KPBU (kerjasama pemerintah dengan badan usaha) TPPAS regional Legok Nangka merupakan proyek strategis nasional termasuk pada Perpres 58/2017 tentang percepatan pelaksanaan psn dan proyek prioritas. Lokasinya ada di dua kabupaten yaitu kabupaten Bandung dan Garut seluas 78,1 hektare.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berinisiatif mendirikan TPPAS regional tersebut karena masing-masing daerah memiliki keterbatasan sehingga pemprov tidak bisa tinggal diam ketika masalah sampah ini tidak menemukan solusi. Meski berdasarkan aturan kewajiban untuk membuat tpa itu adalah pemerintaah kota dan kabupaten.

Dipilihnya Legok Nangka itu merupakan hasil studi kelayakan dari semua kajian ahli, bukan pemprov yangmemutuskan. Pemilihan ditentukan berdasarkan banyak aspek, dan di sana tidak banyak masyarakat.

Berdasarkan konsultan price water house investasi di Legok Nangka dibutuhkan 240 juta USD. Adapun skema pendanaan KPBU dan PJTK itu Pemprov Jabar, diharapkan kontruksi 2020 dan target operasi 2022.

Luas lahan yang sudah dibebaskan 78,1 hektare. lahan tersebut sangat luas sehingga cukup untuk menampung sampah jangka panjang. Bahkan lahan tersebut lebih luas dari Nambo.

Sampah akan berasal dari 6 kota yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang dan Garut. Rata-rata sampah 1. 820 ton/hhari.