Tol Cileunyi-Garut-Pangandaran Siap Diwujudkan Tahun Depan
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 09 Dec 2016 16:50 , Dilihat Sebanyak : 276 Kali

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mempercepat beberapa pembangunan infrastruktur jalan tol di Jawa Barat, tTerutama pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas). Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan hal itu di Bandung, Kamis 8 Desember 2016.

Menurut Iwa, ada 4 hal yang menjadi program pemerintah provinsi Jawa Barat, yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan daya beli. “Kita akan mendorong, bagaimana pertumbuhan ekonomi, maka infrastruktur di Jabar direalisasikan di lapangan. Ada 14 jalan tol yang perlu diselesaikan ke depan. Ini perlu dukungan semua pihak,” kata Iwa.

Ia mengungkapkan, dari 14 jalan tol itu, saat ini ada 8 yang sudah jalan, bahkan perkembanganya pun cukup pesat. Seperti halnya rencana pembangunan jalan Tol Cigatas, saat ini pun sudah ditentukan rutenya, yaitu melaui Gedebage, Majalaya, Garut, Tasik, Banjar dan Ciamis, dengan panjang sekitar 100 kilometer.

“Yang membanggakan bagaimana untuk percepatan perekonomian di wilayah Jabar selatan yang mencakup 8 kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran,” katanya. Menurut Iwa, tol Cigatas, prosesnya sudah bisa dilanjutkan ke tahap lelang investasi pada 2017 mendatang.

Sementara itu, mengenai rute awalnya jalan Tol Cigatas, yang arahnya Cileunyi- Tasikmalaya, kini menjadi Gedebage Majalaya karena untuk meningatakan perekonomian di Bandung selatan. Selanjutnya adalah Garut, Kabupaten Tasik, Kota Tasik, Ciamis, Banjar sepanjang 100 kilometer,” katanya.

Tidak hanya itu saja, lanjutnya, terkait dengan pembangunan jalan tol Cigatas tersebut pihaknya pun telah bertemu dengan kepala BPJT, apalagi FS yang dibuat pemerintah provinsi melalui dinas dinas sudah selesai.

“Selanjutnya nanti dilaporkan ke Menteri PU melalui badan pengatur jalan tol dan dimasukan pada jaringan tol nasional. Untuk selanjutnya 2017 akan dilaksanakan lelang investasi, Dengan demikian maka sekarang sedang proses lebih lanjut, dari FS itu mengarah pada DED, berkaca pada jalan tol yang lama penyelesaiannya, baik Bocimi, Cisundawu, dan Soroja maka khusus jalan ini relatif cepat, karena direncanakan wacana 2015 akhir, 2016 FS selesai, dan 2017 direncanakan lelang investasi,” katanya seraya mengatakan investasi untuk pembangunan jalan tol Cigatas mencapai sekitar Rp 6 triliun hingga Rp 8 triliun.

Terkait itu pihaknya pun berharap agar pembangunan jalan Tol Cigatas pun bisa berjalan dengan baik, terutama pada proses pembebasan lahannya. “Mudah mudahan tidak ada spekulan tanah, yang memang menggagu. Oleh karena itu kita himbau jangan ada spekulan tanah karena kita ingin percepat untuk meningkatkan kapital ekonomi,” katanya.

Menurut dia, pembangunan jalan tol Cigatas tersebut sangat penting selain mempersingkat pergerakan orang dan barang, juga hal itu bisa mendorong potensi wisata yang ada di sekitarnya. “Selama ini pariwisata yang datang ke Pangandaran, Ciamis dan Banjar adalah menengah ke bawah, sementara menengah atas bila lebih dari 3 jam mereka tidak mau, tapi dengan adanya jalan tol tersebut maka pariwisata di Jabar Selatan akan meningkat pesat, termasuk juga investasi perdagangan dan investasi infrastruktur meningkat,” katanya.

Nanti menurut Iwa Kartiwa, wilayah Pangandaran, Banjar, Ciamis dan Tasik Garut bisa berkembang, apalagi Bandung Pangandaran bisa dicapai dibawah 2 jam,” katanya.