Tekan Korupsi, Aher Genjot Peran Saber Pungli
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 13 Jan 2017 12:32 , Dilihat Sebanyak : 55 Kali

INILAH, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berjanji akan terus menggenjot tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) guna menekan tindakan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Pemberantasan korupsi dan pungli merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan butuh dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Selain itu kita terus dukung upaya tim Saber Pungli agar bisa bekerja sesuai fungsi yakni intelejen, pencegahan, penindakan dan yustisi,” tutuh Heryawan, Jumat (13/1/2017).

Pria yang akrab disapa Aher ini percaya keberadaan tim Saber Pungli dapat mendorong komitmen dalam memberantas pungli khususnya dilingkungan aparatur negara. “Sehingga prinsip good governance, clean governance, benar – benar dapat diwujudkan bersama ” sama,” katanya.

Orang nomor satu di Jabar ini bertekad menghadirkan komitmen memberantas pungli hingga ke akar “akarnya. Ini dilakukan agar kedepannya mmenjadi budaya baru, budaya anti pungli hadir di Jawa Barat khususnya.

“Pungli tidaklah dipandang besar kecilnya (pungutan), tetapi yang hadirnya sebuah layanan publik yang betul-betul bebas dari pungli, bebas dari kerusakan, bebas dari moral yang buruk, yang secara akumulatif merupakan sebuah tindakan yang merugikan orang banyak,” ucapnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat luas untuk turut mengawasi kinerja Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh Pemerintah Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Barat. “Silahkan laporkan bila terdapat tindakan diluar aturan yang berlaku baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui media elektronik ataupun non- elektronik dalam bentuk pemberian informasi, pengaduan, pelaporan, dan atau bentuk lain sesuai ketentuan perundang – undangan,” Ungkapnya.

Aher menambahkan, peran serta masyarakat sekecil apapun akan turut berpengaruh terhadap kinerja pemerintah dan pembangunan secara menyeluruh. Khusus dalam soal alih kelola SMA/SMK yang mulai berjalan pun dirinya menekankan agar para guru tidak terjebak dalam perilaku korupsi.

“Disdik ke depan harus bersih, tidak boleh ada penyimpangan, pungli dan Korupsi di Disdik di daerah – daerah. Kita ingin membuat sekolah itu betul – betul kawasan bersih pungli dan korupsi,” katanya.