Talk Show di Radio Trend – 101.2 FM Purwakarta
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 25 Mar 2014 18:48 , Dilihat Sebanyak : 96 Kali

Di sela kesibukannya usai memberi pengarahan dalam Musrenbang Wilayah II Provinsi Jawa Barat di Gedong Sigrong Purwakarta, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA menyempatkan diri untuk menjadi narasumber dalam sebuah talk show di salah satu stasiun radio di Purwakarta, Selasa (25/03/2014). Talk show ini merupakan bagian dari suatu program khusus, yaitu program Jelajah Jabar Merencana. Kali ini beliau menjadi narasumber tunggal di Radio Trend – 101.2 FM di Jl. Taman Pahlawan No. 41 Purwakarta pada pukul 14.15 WIB didampingi oleh seorang penyiar muda, Indri Sukma (24).

Dengan mengusung tema sinergi perencanaan pembangunan Jawa Barat dengan kabupaten/kota, beliau menerangkan visi dan misi Bappeda Jawa Barat. Beliau menjelaskan bahwa suatu perencanaan harus bermutu dan akuntabel. Semuanya dikemas dalam tiga poin, yaitu: (1) Melebihi harapan; (2) Kerjakan sesuai aturan; dan(3) Memperoleh hasil yang lebih baik dari waktu ke waktu.Dalam hal ini, aktor yang harus bersinergi itu adalah empat  aktor pembangunan, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas. Beliau menjelaskan bahwa istilah sinergi tidak mengenal adanya ketua. “Ketuanya adalah hati dan dasarnya adalah ingin menyelesaikan sesuatu,” ujarnya.

Selain itu, beliau menjelaskan pula tupoksi Bappeda Provinsi Jawa Barat, yakni merumuskan kebijakan perencanaan pembangunan, baik kebijakan jangka panjang maupun jangka pendek. Kebijakan tersebut tidak hanya meliputi kebijakan Provinsi, melainkan kebijakan kabupaten/kota. Peran Bappeda Provinsi Jawa Barat di sini yaitu memandu dan mengawasi kabupaten/kota dalam hal persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi kinerja.

Selanjutnya beliau menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan janji kampanye gubernur, di antaranya yaitu mengenai beasiswa untuk pemuda, pembangunan 20.000 ruang kelas/unit sekolah baru, unit pelayanan terpadu, penyerapan 2.000.000 tenaga kerja dan penciptaan 100.000 wirausahawan baru, bantuan untuk kepala desasebesar Rp. 100.000.000,-/tahun, pembangunan/perbaikan rumah orang miskin, pembangunan/perbaikan pusat seni dan budaya, serta sarana olahraga. Baginya, terkait janji, haruslah saling mengingatkan untuk direalisasikan. “Harus saling mengingatkan karena janji itu harus ditepati,” ujarnya.

Pemaparan terkait janji gubernur tersebut ternyata mengundang respon dari masyarakat sebagai pendengar. Beberapa di antaranya bertanya mengenai beasiswa dengan lebih terperinci dan lain sebagainya. Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA menanggapi berbagai pertanyaan tersebut sehingga terjadi interaksi langsung dengan para pendengar.

Beliau juga memaparkan akan rencana pembangunan Metroplitan Kembar yang di dalamnya melibatkan Purwakarta, yakni Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta). Hal yang mendasari pembangunan Metropolitan kembar ini yaitu pertimbangan akan banyaknya orang yang bekerja di Jakarta namun berdomisili di kawasan Bodebekarpur. Padahal Bodepekarpur bisa dikembangkan lebih lanjut mengingat luas lahan pun mencapai 65.000 ha, lima kali lebih luas dibandingkan dengan Jakarta. Selain itu, adanya perkembangan industri yang di dalamnya memiliki keunikan tertentu, serta kompetisi sosial dan fenomena perekonomian dan sosio ekonomi yang bernuansa perkotaan. Maka dari itu, peran Bappeda Provinsi Jawa Barat adalah membangun dan mengendalikannya. ***