Tahun Kedua Memimpin Jawa Barat, Berikut Rentetan Keberhasilan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 20 Apr 2020 14:53 , Dilihat Sebanyak : 76 Kali

BANDUNG, 20 April 2020, HUMAS JABAR| Pembangunan Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum berhasil mencatatkan beragam capaian positif. Selama kurun 2019, duet Kang Emil dan Kang Uu mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas manusia yang ditunjukkan dengan meningkatnya IPM menjadi 72,03 Poin serta tingkat kemiskinan yang menurun menjadi 6,82%.

Pasangan Kang Emil dan Kang Uu juga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 7,99% dan mengurangi kesenjangan pendapatan dan wilayah di Jawa Barat yang ditunjukkan dengan Indeks Gini sebesar 0,398 Poin. Selain itu, Inflasi mampu dijaga stabil pada angka 3,21% serta terjaganya stabilitas ekonomi yang tumbuh sebesar 5,07%. Meskipun perekonomian Jawa Barat mengalami perlambatan namun capaian ini masih lebih tinggi dari capaian LPE Nasional yang berada di angka 5,02%. 

Di sisi investasi, Provinsi Jawa Barat masih menjadi kontributor tertinggi terhadap realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) nasional sebesar 20,8% dan secara umum menjadi peringkat pertama nasional kontributor tertinggi realisasi PMA+PMDN sebesar 17% dengan nilai invstasi sebesar 137,5 Triliun Rupiah.

Dibawah kepemimpinan Kang Emil dan Kang Uu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Ngabret merealisasikan pembangunan infrastruktur serta merevitalisasi kawasankawasan wisata di Jawa Barat. Tercatat 45 proyek strategis di berbagai sektor dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama tahun 2019.

Proyek-proyek pembangunan strategis tersebut diantaranya; pembangunan command center, pembangunan creative center, pengembangan destinasi pariwisata tipe satu dan dua, pembangunan pusat budaya, penataan alun-alun, revitalisasi kawasan Gedung Sate & sekitarnya, pembangunan flyover dan revitalisasi pasar.

Command center merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan guna terwujudnya interkonektivitas antar pemerintah daerah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta meningkatnya inovasi layanan publik dalam mewujudkan Jabar Digital Service. Saat ini Command Center dilaksanakan di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran dan Provinsi Jawa Barat.

Selain command Center, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut membangun pula Creative Center dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Saat ini pembangunan Creative Center dilaksanakan di Kabupaten Subang, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon dan Kota Tasikmalaya. Diharapkan, pembangunan Creative Center dapat meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif kabupaten/kota terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat dan Nasional, dimana hingga saat ini, Jawa Barat merupakan penyumbang terbesar ekspor ekonomi kreatif nasional.

Sejalan dengan upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi di Jawa Barat, Kang Emil dan Kang Uu juga serius mengembangkan industri pariwisata di Jawa Barat dengan membangun dan merevitalisasi berbagai destinasi wisata. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melalui penguatan daya tarik wisata agar selaras dengan tren leisure/esteem economy saat ini yang menuntut kehadiran tempat wisata yang instagramable dan mampu menghadirkan pengalaman menarik kepada para wisatawan yang berkunjung. Diharapkan upaya pengembangan dan revitalisasi destinasi wisata turut berdampak kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota.

Pengembangan destinasi pariwisata terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe satu yang diklasifikasikan ke dalam destinasi wisata di wilayah tertentu dengan potensi wisata yang dimiliki, namun masih membutuhkan perbaikan fasilitas dan sarana pendukung  (amenitas).Pengembangan destinasi pariwisata tipe satu dilaksanakan di KabupatenSukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka serta Kabupaten Kuningan.

Sedangkan pengembangan destinasi pariwisata tipe dua diklasifikasikan sebagai pembangunan destinasi wisata baru maupun lama di wilayah tertentu dengan potensi wisata yang dimiliki, yang dilakukan secara masif (besar-besaran). Contoh pembangunan destinasi wisata tipe dua dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok dan Kabupaten Kuningan.

Sebagai pengisi elemen penting pengembangan destinasi wisata, pembangunan pusat budaya juga turut dilakukan guna menumbuhkembangkan serta melestarikan kebudayaan lokal dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal. Saat ini pembangunan pusat budaya sedang dilakukan di Kabupaten Subang dan Kabupaten Sumedang.

Ruang terbuka publik atau alun-alun sebagai simpul kota yang dapat dimanfaatkan masyarakat pun tak lepas dari penataan. Alun-alun yang ditata oleh Pemrov Jabar pada tahun 2019, diantaranya dlaksanakan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang.

Pemprov Jabar juga melakukan penataan dan revitalisasi Gedung Sate, Gedung Setda B komplek Gedung Sate, Gedung Pakuan, GOR Saparua Kota Bandung dan PUSDAI Kota Bandung. Beberapa ruang publik yang dimiliki oleh Pemprov tersebut ditata dengan desain dan tampilan baru yang lebih indah, menarik dan fungsional. Diharapkan, penataaan ruang-ruang terbuka tadi mampu meningkatkan fungsi dan kemanfaatannya sebagai pusat aktifitas masyarakat dan menjadi landmark di Jawa Barat.

Dalam upaya menunjang mobilitas dan aksesibilitas, pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan pembangunan jalan layang (fly over) di beberapa kawasan. Saat ini pembangunan jalan layang (fly over) dilaksanakan di Kota Bandung, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

Dalam upaya mewujudkan program Pasar Juara, Kang Emil dan Kang Uu juga merevitalisasi pasar di beberapa kabupaten/kota. Program revitalisasi pasar, dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing pasar rakyat melalui pengembangan pasar rakyat ber-SNI, guna mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat serta mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global. Revitalisasi pasar sebagai upaya mewujudkan program Pasar Juara dilakukan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Sukabumi.

Selama kurun waktu 2019 pula, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum telah gulirkan beragam inovasi dalam bentuk program spesifik daerah dengan tagline juara. tercatat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum telah mengakselerasi terwujudnya 60 Program Juara dalam 9 Prioritas Pembangunan. Dalam prioritas pembangunan pertama yaitu Akses Pendidikan Untuk Semua telah dilaksanakan 11 Program Juara, diantaranya Beasiswa Jabar Future Leaders, Jabar Masagi, Revitalisasi SMK, Digital Smart School, Sekolah Tanpa Gawai (Setangkai), Program Studi Diluar Kampus Utama (ITB, IPB, UNPAD), Sekoper Cinta, Jabar Future Leaders, Jabar Innovation Fellowship, Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) dan Maca Dina Digital Library (Candil).

Prioritas pembangunan kedua yaitu Desentralisasi Layanan Kesehatan telah dilaksanakan 3 Program Juara, diantaranya Layad Rawat, Revitalisasi Rumah Sakit dan Ngabring Ka Sakola. Prioritas pembangunan ketiga yaitu Pertumbuhan Ekonomi Umat Berbasis Inovasi telah dilaksanakan 8 Program Juara diantaranya One Pesantren One Product, Kredit Masyarakat Sejahtera (Kredit Mesra), Creative Center, Revitalisasi Pasar, Wirausaha Baru (Start Up), Koperasi Go Digital, West Java Investment Summit dan Smart Fishing bagi nelayan. 

Prioritas pembangunan Keempat yaitu Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Pariwisata telah dilaksanakan 4 Program Juara yaitu Destinasi Pariwisata Tipe I, Destinasi Pariwisata Tipe II, Pusat Budaya dan Desa Wisata. 

Prioritas pembangunan Kelima yaitu Pendidikan Agama dan Tempat Ibadah Juara telah dilaksanakan 5 Program Juara yaitu Subuh Berjamaah, English for Ulama, Satu Desa Satu Hafidz, Magrib Mengaji dan Dakwah Digital. Prioritas pembangunan Keenam yaitu Infrastruktur Konektivitas Wilayah telah dilaksanakan 8 Program Juara yaitu Jalan Mulus, Penataan dan Revitalisasi Situ, Penataan dan Revitalisasi Waduk, Bus Gratis/BRT Bersubsidi, Bibit Gratis Siap Tanam Pengembangan Hutan Kota, Penataan Alun-Alun dan Pembangunan Fly Over. 

Prioritas pembangunan Ketujuh yaitu Gerakan Membangun Desa telah dilaksanakan 11 Program Juara yaitu One Village One Company, Patriot Desa, Mobil Aspirasi Kampung Juara, Jembatan Gantung Desa, Masyarakat Kampung Caang, Desa Tangguh Bencana, Desa/Kelurahan Sadar Hukum, Pusat Desa Digital “TALESA”, Literasi Digital, Desa Digital dan Sapa Warga. Prioritas pembangunan Kedelapan yaitu Subsidi Gratis Golekmah telah dilaksanakan 5 Program Juara yaitu Penerima Bantuan Iuran (PBI), Perbaikan Rutilahu, Instalasi Listrik Gratis bagi RTM, Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan SPP Gratis Bagi Siswa KETM SMA/SMK Swasta. Prioritas pembangunan Kesembilan yaitu Inovasi Pelayanan Publik dan Penataan Daerah telah dilaksanakan 5 Program Juara yaitu Command Center, Jabar Saber Hoax, Jabar Quick Response, PLTS Roof Top di gedung milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Revitalisasi Kawasan Gedung Sate dan sekitarnya.

Keberhasilan kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum juga ditunjukan dengan diraihnya 6 perhargaan internasional, 100 penghargaan dari Pemerintah Pusat dan 25 Penghargaan dari lembaga non pemerintah. Penghargaan ini tentu merupakan pengakuan terhadap prestasi kolektif Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan dukungan yang kuat dari DPRD Provinsi Jawa Barat serta kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi dan seluruh masyarakat Jawa Barat.

Keberhasilan kinerja Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2019 sebagai bentuk akuntabilitas kepada seluruh lapisan masyarakat yang menginformasikan gambaran kinerja penyelenggaraan Pemerintahan.

Daerah Provinsi Jawa Barat secara utuh sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan EvaluasiPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah.