Sumber Air Warga, Selain Jatiluhur Masih Ada Citarum, Cisadane, dan Ciliwung
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 05 Sep 2014 23:59 , Dilihat Sebanyak : 36 Kali
JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengatakan, selain Waduk Jatiluhur, ada tiga sumber air lainnya di wilayah Jawa Barat yang bisa dikelola untuk memenuhi kebutuhan masyatakat.
Ketiganya adalah Sungai Citarum, Sungai Cisadane, dan Sungai Ciliwung. Hal itu disampaikannya seusai penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, di Balaikota Jakarta, Kamis (4/9/2014).
“Air minum itu kebutuhan dasar. Tidak mungkin masyarakat sehat tanpa air minum yang bersih. Oleh karena itu, tidak ada kata lain kecuali harus setuju kalau ada pemprosesan air minum darimanapun berasal, termasuk Citarum, Ciliwung, dan Cisadane,” kata pria yang akrab disapa Aher itu.
Dia berharap, ke depannya pembangunan SPAM juga dapat dilakukan di ketiga lokasi disebutkan. Dengan demikian, kata dia, warga tidak akan pernah kekurangan pasokan air bersih, baik yang digunakan untuk air minum, pertanian, maupun industri.
“Semoga pembangunan SPAM lainnya juga lancar. Kan ada rencana SPAM dari Ciliwung, lalu Cisadane. Tapi kalu Ciliwung baru 10 persen yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi kemungkinan selanjutnya adalah  SPAM Ciliwung, lalu Cisadane,” ujar dia.
Seperti diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum pada hari ini menandatangani Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama untuk pengembangan SPAM Jatiluhur yang nantinya akan menjadi pemasok air baku untuk wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang.
Kesepakatan tersebut menandai dimulainya pembangunan SPAM Jatiluhur tahap I. Untuk informasi, selain terkait dengan dimulainya proses pembangunan SPAM Jatiluhur, penandatanganan kerja sama juga meliputi penyediaan air baku, pembangunan unit produksi sebesar 5.000 liter per detik, pendistribusian air curah, pembiayaan serta lembaga pengelola dan penentuan tarif air minum curah.
Objek kerjasama meliputi pengembangan SPAM Jatiluhur untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 4.000 liter per detik, Kabupaten Karawang 350 liter per detik, Kabupaten Bekasi 350 liter per detik dan Kota Bekasi 300 liter per detik.
Kapasitas produksi 5.000 liter per detik merupakan produksi dari dua lokasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) yang berlokasi di Cibeet dengan kapasitas IPA 550 liter per detik untuk melayani wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, dan di Bekasi dengan kapasitas IPA 4.450 liter per detik yang akan melayani wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.
Pengelolaan produksi air pada SPAM Jatiluhur ini dilakukan oleh lembaga pengelola yang akan dibentuk oleh Perum Jasa Tirta II.