Sarling Kedua, Atalia Kunjungi Kabupaten Bogor
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 26 Feb 2019 07:36 , Dilihat Sebanyak : 86 Kali

KAB. BOGOR, HUMAS JABAR РSetelah Kabupaten Kuningan, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil melakukan Siaran Keliling (Sarling) kedua di Kabupaten Bogor, Senin (25/02/19).

Dalam rangkaian Sarling kedua ini, lokasi pertama Yang Atalia kunjungi adalah Posyandu Melati, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong. Di lokasi ini, Atalia menekankan pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya dalam lingkungan rumah.

“Bunda-bunda, menerapkan PHBS tentu akan menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisir masalah kesehatan,” kata Atalia.

Atalia memaparkan sepuluh indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga, diantaranya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI ekslusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok di dalam rumah.

Menurutnya, kesepuluh indikator tersebut harus diterapkan dalam lingkungan rumah kagar anggota keluarga tidak mudah terkena penyakit sehingga anggota keluarga sehat dan mampu meningkatkan produktifitas anggota rumah tangga.

Sama seperti Saling sebelumnya, Atalia juga menyerahkan alat penimbangan balita Dacin Inovasi, ‘Tanda Sayang Bunda Cinta dari Ketua TP PKK Prov. Jabar kepada Ketua TP PKK Kelurahan Cibinong.

Membacakan Buku Dongeng

Dengan berjalan kaki, Atalia mengunjungi lokasi kedua, PAUD Kholid bin Walid Kec. Cibinong. Di lokasi ini Atalia disambut dengan tari Assalamualaikum dan penampilan drumband oleh anak-anak PAUD.

Kembali, Atalia mengingatkan kepada para orang tua agar terus berupaya menanamkan budaya membaca di lingkungan rumah masing-masing. Karena pada dasarnya, hal yang paling mendasar dalam tumbuh kembang anak adalah derajat kondisi psikososial, kesehatan dan gizi anak.

Buku berjudul ‘Mia dan Ikan Goreng’ dibacakan Atalia. Buku karya Atalia ini menceritakan pentingnya makan ikan. Karena baginya, ikan mengandung banyak protein dan dapat membantu anak-anak tumbuh sehat, cerdas dan ceria.

“Ini adalah buku Mia dan Ikan Goreng, Bunda yang menulis sendiri buku ini,” kata Atalia.

Menurutnya, ada dua hal yang penting dalam menentukan masa depan anak. Pertama, membiasakan gemar membaca. Kedua, membiasakan makan ikan.

“Ibu-ibu jangan lupa anaknya diberikan asupan makanan bergizi dan terbaik bagi kesehatan mereka. Jadi pulang dari sini, anak-anak bilang sama bundanya, adek mau dibacakan cerita, adek mau sekali-kali makan ikan di rumah,” Atalia mengingatkan.

“Jadi anak-anakku, kalau mau jadi anak yang pintar, hebat dan dapat capai cita-cita jangan lupa makan ikan. Makan ikan enak loh, dagingnya lembut, baunya harum, juga menyehatkan, tulang kita jadi kuat,” tandasnya.

Ketua PKK Kabupaten Bogor, Halimatul Sadiyah Iwan mendukung penuh gerakan literasi dan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) yang disampaikan Atalia. Halimatul mengatakan, kedua gerakan tersebut memiliki korelasi terhadap perkembangan kecerdasan anak.

“Secara umum, literasi bukanlah istilah baru. Literasi merupakan kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, menghitung dan berbicara yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Halimatul.

“Begitupun Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan, prkatek gerakan ini tentu saja perlu didukung orang tua dirumah agar anaknya terbiasa makan ikan sejak dini,” tambahnya.