Samakan Persepsi Dengan Kolaborasi Dalam Kopdar
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 13 Feb 2020 16:42 , Dilihat Sebanyak : 187 Kali

KAB. PURWAKARTA – Sebagai bentuk komunikasi demi membangun Jabar Juara Lahir Batin, Gubernur Jawa Barat gelar Komunikasi Pembangunan Daerah (KOPDAR) bersama seluruh Bupati/Walikota se-Jawa Barat di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Kamis (13/2).

Kopdar merupakan forum komunikasi yang dilaksanakan secara berkala guna membangun kesamaan paham, pandangan dan persepsi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Daerah di Jawa Barat. Tujuannya untuk meningkatkan keselarasan dalam proses pembangunan Jawa Barat.

“Dengan Kopdar kita berkolaborasi, maka kesuksesan akan segera tiba,” ucap Kang Emil-sapaan Ridwan Kamil- membuka acara.

Mengusung tema “Penegakan dan Pengawasan Pembangunan Daerah”, Kopdar kali ini mengundang Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Adi Adiaksa.

Adi menyampaikan bahwa saat ini Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4) telah dibubarkan baik di tingkat Pusat maupun di daerah sesuai dengan keputusan Kejaksaan Agung. Meski secara kelembagaan TP4 sudah tidak ada, namun substansi terkait dengan pengamanan proyek strategis tetap dilakukan dengan menggunakan kewenangan yang ada di struktur Intel.

Adi menyampaikan kepada Kepala Daerah untuk lebih memprioritaskan pencegahan tindak pidana korupsi di daerahnya. “Kejaksaan tidak bisa bekerja sendiri tanpa melakukan kolaborasi bersama Kepala Daerah. Yang penting, kita punya komitmen pencegahan agar daerah kita tidak terjadi korupsi,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa dalam pengelolaan uang negara, tidak boleh ada double anggaran, anggaran fiktif, dan juga mark-up anggaran. Tak lupa pertanggungjawaban pengelolaannya pun harus ada. “Saya berharap mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan evaluasi harus betul-betul terencana,” tambahnya.

“Saya harap Bapak Ibu sekalian dapat mengawasi jajaran masing-masing sampai linier terdepan, jangan sampai ada penyimpangan,” pesannya.

Emil mengajak Kepala Daerah untuk fokus menyempurnakan hal yang masih kurang, diantaranya meningkatkan komunikasi, prosedur dan komitmen. “Saling memahami, satu persepsi, kalau sudah satu persepsi dan komunikasi baik, pasti baik juga,” tuturnya.