Ridwan Kamil Upayakan Akses Kereta ke Masjid Al Jabbar
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 08 May 2019 08:11 , Dilihat Sebanyak : 44 Kali

INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan TOD (transit oriented development) Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang rencananya bakal berada di Stasiun Cimekar agar digeser mendekati Masjid Al Jabbar di Gedebage. Diketahui, saat ini berbagai pembangunan masih terus dilakukan di sepanjang jalur tersebut.

“Saya minta izin ke Pak Menteri (Menteri Perhubungan), stasiun Cimekar dipindah, ditarik sedikit ke depan masjid. Jadi nanti orang mau ke masjid bisa lewat kereta,” ujar Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/5/2019).

Menurut dia, selain memudahkan untuk beribadah keberadaan TOD inipun diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan religi ke masjid tersebut. Adapun operasional transportasi massal yang dibangun konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan dimulai pada 2021. “Laporan terakhir Juni 2021 akan selesai. Itu sudah bisa digunakan,” katanya.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan, pihaknya pun akan mengakselerasi jalur penyambung kereta cepat dari Kota Bandung. Dia menilai, hal tersebut sangat penting agar nantinya moda transportasi massal itu bisa berdampak signifikan karena sudah terintegrasi. Namun Emil belum mengetahui apakah jalur penghubung itu akan menggunakan jenis kereta yang seperti apa.

“Teknologinya supaya dipilih, jalurnya seperti apa. Yang pasti nanti akan ada stasiun,” katanya.

Lebih lanjut, soal moda transportasi kereta api lainnya di Jabar, dia katakan, untuk reaktivasi jalur menuju menuju Garut akan tuntas tahun ini. Namun, untuk Banjar, Pangandaran, dan Ciwidey sepertinya masih memerlukan waktu.

Terlebih, untuk reaktivasi menuju Ciwidey diperlukan pembebasan karena lahan bekas jalur yang dulu telah digunakan berbagai pihak. “Ada pabrik, rumah, macam-macam yang jalur existing,” katanya.

Dengan begitu, kata Emil, akan dipilih metode reaktivasi jalur yang pertama kali dibangun pada era kolonial Belanda itu. “Apakah wacana pembebasan, elevated atau apa, sedang dibahas,” pungkasnya.