Ridwan Kamil Ingin Kertajati Jadi Bandara Kargo
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 08 Mar 2019 07:46 , Dilihat Sebanyak : 74 Kali

BANDUNG, TEMPO.CO – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan ingin menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara kargo selain untuk penerbangan haji dan umrah. Untuk itu, ia akan menjajaki kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk pengembangan bandara di Majalengka itu.

“Di Dubai nanti ada rencana kolaborasi untuk memanfaatkan banyak penerbangan internasional ke Kertajati,” kata dia di Bandung, Rabu 6 Maret 2019.

Penjajakan kerja sama untuk Bandara Kertajati ini menjadi salah satu agenda dalam kunjungan kerja Ridwan ke Timur Tengah. Namun, ia tidak merinci kerja sama apa saja yang akan dijajaki dalam lawatannya keluar negeri yang akan dilakukan seminggu ke depan.

Ridwan Kamil mengatakan, salah satu bandara kargo terbaik di dunia ada di Timur Tengah. “Nah, bandara kargo ini salah satu yang terbaik di dunia ada di Dubai dan Abu Dhabi,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, dalam sepekan ini dirinya akan berkunjung sekaligus ke sejumlah negara. “Jadi dalam satu rangkaian saya mengunjungi Maroko, Aljazair, Dubai, dan Abu Dhabi,” kata dia.

Gubernur Ridwanl mengatakan, kunjungannya ke negara-negara di Timur Tengah itu sekaligus untuk mempromosikan rencana pengembangan kawasan Segitiga Rebana, kawasan di antara Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan Cirebon. “Supaya investasinya datang dari Timur Tengah,” kata dia.

Menurut mantan Wali Kota Bandung ini, Jawa Barat menginginkan keseimbangan geopolitik dari para investor yang menanam modalnyai di wilayahnya. Saat ini dominasi investasi di Jawa Barat berasal dari negara-negara Asia Timur. “Kami ingin investasi di Jawa Barat banyak dari negara-negara muslim, negara-negara Timur Tengah itu alasannya,” kata Ridwan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhamad Singgih mengatakan, sudah menetapkan tanggal pengoperasian dimulainya layanan kargo di Bandara Kertajati, Majalengka. “Untuk kargo dalam domestik tanggal 1 April 2019, yang internasional tanggal 30 April 2019,” kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Maret 2019.