Ribuan Warga Blanakan Semarakkan Ruwatan Laut
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 31 Oct 2016 15:55 , Dilihat Sebanyak : 24 Kali

SUBANG, (PR).- Ruwatan laut di Blanakan Kabupaten Subang, Minggu 30 Oktober 2016, berlangsung semarak. Selain dipadati ribuan warga dan dimeriahkan berbagai hiburan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga tutur hadir.

Sejak pagi warga sudah berdatangan memadati lokasi, berbagai acara pun ditampilkan. Tak lama setelah rombongan Gubernur tiba dilokasi acara, dihibur permainan angkluk dari siswa SMPN 1 Subang yang dibina Dicky Alrasyid. Saat itu membawakan lima lagu, “Warung Pojok”, “Es Lilin”, “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”, “Berkibarlah Benderaku”, dan “Gotong Royong” menambah suasana menjadi lebih semarak. Selain itu digelar pula beberapa kegiatan sosial seperti sunatan massal yang dilaksanakan di KUD Mina Fajar Sidik Blanakan.

Puncak acara ruwat laut ke-49 yang berlangsung di Blanakan ditandai dengan pelepasan dongdang, miniatur perahu berisi aneka makanan tradisional serta kepala kerbau. Perahu pengangkut dongdang dilepas gubernur, dan meluncur menyusuri Sungai Blanakan menuju perairan Laut Jawa diikuti ratusan perahu yang telah dihias dengan berbagai jajanan pasar. Sekitar 1 kilometer selepas muara Blanakan, dongdang dilepaskan dan para nelayan pun terjun dan berenang berebut isi dongdang. Mereka meyakini apabila bisa mendapat barang-barang yang ada di dongdang akan membawa berkah bagi usaha melautnya.

Saat menyampaikan sambutan, gubernur mengatakan, kesejahteraan masyarakat yang berofesi petani, nelayan, dan buruh adalah hal pokok yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Apabila tiga profesi itu bisa sejahtera maka bangsa Indonesia akan sejahtera. “Petani, nelayan, dan buruh sejahtera, maka bangsa ini sejahtera. Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia yaitu petani, nelayan, dan buruh,” ujarnya.

Dikatakannya, keberadaan dan peran petani dan nelayan penting bagi negara Indonesia, utamanya dalam menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas. “Coba kalau tidak ada petani dan nelayan, kita mau makan apa. Ikan juga kan mencerdaskan anak-anak kita,” katanya.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memberikan program asuransi bagi nelayan. “Paling penting ke depan, yaitu titik beratnya pada menciptakan kemandirian nelayan dalam produksi perikanan. Lipatgandakan harga ikannya dengan cara diolah menjadi aneka pangan lain,” katanya.

Ketua KUD Mina Fajar Sidik, Adik Solihin mengatakan acara ruwatan laut dilaksanakan rutin tiap tahun dan saat ini ke 49. “Ribuan nelayan dan masyarakat baik dari dalam dan luar Belanakan ikut bergabung. Kapal nelayan yang ikut partisipasi sekitar seratusan.