Prof. Denny : Kerjakan Mulai Hari Ini Jangan Menunggu Hari Esok
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 24 Mar 2015 15:44 , Dilihat Sebanyak : 146 Kali

Serah terima jabatan (sertijab) dan pelepasan beberapa pegawai Bappeda Jabar digelar kemarin, Selasa (24/03) di ruang Sidang Ir. Soehoed Warnaen Bappeda Jabar pada pukul 12.30 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat struktural Bappeda Jabar.

Pembacaan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pengangkatan dan pemindahan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural dilingkungan pemerintah Provinsi Jabar, dibacakan oleh H. Megi Novalia, S.IP.,M.Si.

Setelah Sertijab dilakukan, Drs. Edi Wahyudi. M.Si yang semula Kabid Sosial Budaya (Sosbud) beralih ke  BP3Iptek memberikan kesan dan pesan selama menjadi Kabid Sosbud. Beliau menuturkan bahwa pihaknya di Bidang Sosbud sudah 4 Tahun 23 hari dan sudah cukup maksimal menurutnya.

Kesan saya banyak kesan enaknya dan yang tidak enaknya juga ada. Kesan yang enak, di Bappeda Jabar itu kompak, orang-rangnya enak diajak bicara, para Bidang juga kompak. Sementara yang tidak enaknya beliau menuturkan salah satunya disampaikan kepada Prof. Denny bahwa, structural itu masih perlu honor, tetapi Pak Kepala suka bilang “makan kembang”.

Suasana ruangan sorak ceria, semua tertawa mendengar ungkapan Pak Edi yang menyebutkan bahwa, “Saya ingat ketika Pak Kepala selalu bilang jam 4 sore harus pulang, tapi ternyata jam 4, 5, 6, akhirnya jam 10 baru bisa pulang.

Meskipun demikian Pak Edi menyampaikan kembali bahwa “Tidak apa-apa selalu terlambat pulang, karna itu untuk perbaikan kita semua” tuturnnya sambil tertawa.

Diakhir pesan dan kesannya Pak Edi menjelaskan sedikit tentang Bidang Sosbud, bahwa  Bidang Sosbud adalah bidang yang paling banyak berkaitan denga janji Gubernur. Ada 5 dari 8 janji Gubernur sebagai mandatory yang harus dilaksanakan. Beliau berharap semoga Pak Imam sebagai Kabid Sosbud yang baru bisa lebih baik”pungkasnya.

Sementara Ir. Rudi Mahfud Zafrullah, M.Sp., Mp yang semula menjadi Kepala Pusdalisbang dan sudah kurang lebih 20 Tahun berada di Bappeda, dalam pesan dan kesannya berpendapat  bahwa, Bappeda ini memiliki kedudukan yang cukup strategis dalam menjaga siklus proses pembangunan yang berkaitan dengan perencanaan dan pembangunan Daerah.

Untuk itu tentu memerlukan suatu kerja keras, dan Alhamdulillah dibawah kepemimpinan Prof. Denny, bisa kita rasakan sendiri bahwa banyak sekali waktu yang telah kita curahkan untuk pekerjaan, dan saya pikir itu memang seharusnya begitu” tuturnya.

Buat saya kerja di Bappeda adalah pekerjaan yang sangat luar biasa dalam memberikan pembelajaran khususnya untuk posisi saya pribadi sebagai perencana, dan tentu itu tidak bisa dilupakan meski saya ditempatkan ditempat yang lain. Terimakasih atas segala bimbingan dan pelajaran selama saya disini” tuturnya.

Setelah itu, Prof. Denny yang sudah 19 kali serah terima jabatan di Bappeda Jabar menuturkan, bahwa setiap serah terima jabatan pasti ada amanah yang baru, dan saya sering menyampaikan “kerjakan mulai hari ini jangan menunggu hari esok, karna kita tidak tau apa yang terjadi hari esok”. Saya juga selalu menyampaikan bahwa “jangan menyesal setelah tidak menjabat”. Setinggi atau serendah apapun kita menjabat, harus disyukuri, harus berprestasi secara maksimal dan jangan menyesal setelah tidak menjabat” tuturnya.

Beberapa catatan Prof. Denny, salah satunya kepada Pak Edi, agar membangun kerja sama dan riset yang bertema pembangunan Jabar. beliau berpendapat, Pak Edi bisa ke Amerika untuk study terkait listrik tanpa kabel, tapi syaratnya hanya satu yaitu tidak boleh mengajak saya. Tugas saya hanya memberikan pencerahan, menjadikan orang Pemda Jabar berprestasi dan sejahtera.

Kebutuhan saya hanya dua perkara di Bappeda, pertama urusan makan, kedua listrik untuk ngecas karna Hp saya cepat habis batrenya. Oleh karna itu saya sering menyampaikan “biarkanlah saya yang makan kembang” tuturnya.

Makan kembang itu artinya, kita menerima uang sesuai dengan yang disepakati. Saya kalau misalkan tiba-tiba ada tim raskin menawarkan honor, saya tidak terima karna tidak ada kesepakatan.

Jadi semua APBN yang saya tangani, saya tidak pernah terima honor. Itulah yang membuat saya ringan ketika mengalami pemeriksaan” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan surat keputusan (SK) No. 821:/f.377/-BKD/2015 Tentang pengangkatan dan pemindahan PNS dalam dan dari jabatan structural tersebut adalah : H. E Agus Ismail, S.Sos., M.Pd menjadi Kepala UPTB Pusdalisbang Bappeda Jabar, AnjarYusdinar, S.STP.,M.Si sebagai Kepala Sub. Bag. Umum dan Kepegawaian, Drs Heri Yulia, MM sebagai Kabid Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Jabar, Dr. Imam Solihin, MA sebagai Kabid Sosial dan Budaya Bappeda Jabar, Slamet Mulyanto Sudarsono, ST.,MT sebagai Kabid Fisik Bappeda Jabar, Ir. Yuke Maulani S. M.Si sebagai Kabid Pendamaam Pembangunan Bappeda Jabar, Nugraha Gandawarman, SE.,MM sebagai Kasubid Pengendalian dan Evaluasi Sosial Budaya pada Bidang Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Jabar,  Dr. Tatang Suryana, S.Si.,M.Si Kasubid Dunia Usaha, Industri Perdagangan dan Pariwisata pada Bidang Ekonomi Bappeda Jabar.

Sementara itu, Jemmy Marwitha, S.Hut.,M.Si sebagai Kasubid Pertanian pada Bidang ekonomi Bappeda Jabar, Dino Wisnu Wardana, ST, MA., M.SE sebagai Kasubid Kependudukan dan Kesehatan pada Bidang Sosbud Bappeda Jabar, Ida Ningrum, S.Si.,M.pd sebagai Kasubid Agama, Pendidikan dan Kebudayaan pada Bidang Sosbud Bappeda Jabar, Suhendar, S.STP sebagai Kasubid Kerjasama Pembangunan pada Bidang Pemerintahan Bapeda Jabar, Agus Supriadi, S.Kom sebagai Kasubid Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada Bidang Pendanaan Pembangunan Bappeda Jabar, Denny Hermawan, ST., MT sebagai Kep. Sub. Bag. Perencanaan Bappeda Jabar dan Widhy Kurniatun, ST.,M.Si sebagai Kepala Seksi Data dan Pelayanan Informasi UPTB Pusdalisbang.** (Rizal Fadilah)