Produksi Ikan dan Susu Terus Ditingkatkan
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 10 Feb 2015 03:08 , Dilihat Sebanyak : 59 Kali

CIANJUR – Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan produksi ikan dan susu terbesar di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan per kapita masyarakat Indonesia, produksi ikan dan susu di Jabar pun akan terus ditingkatkan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai mengunjungi Balai Pengembangan dan Pembibitan Ternak Sapi (BPPTS) Perah di Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang dan Balai Pelestarian Perikanan Perairan Um um (BPPPU) di Jalan Raya Cipanas Km 12 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (5/2). Gubernur yang akrab disapa Aher ini menyebutkan, produksi ikan air tawar di Jabar bisa mencapai 800.000 ton pertahunnya.

Meskipun tergolong besar, namun produksi ikan air tawar akan terus ditingkatkan, salah satunya melalui sosialisasi agar masyarakat gemar makan ikan. “Kebutuhan masyarakat sangat tinggi, konsumsi perkapitanya belum mencukupi. Jadi kita terus mendorong ma syarakat Jawa Barat dan masyarakat Indonesia untuk selalu gemar mengonsumsi ikan,” tutur Aher. Menurutnya, Indonesia, khususnya Jabar memiliki potensi yang sangat besar dalam produksi ikan air tawar.

Sektor perikanan di Indonesia menguasai sekitar 25% perikanan dunia. Indonesia kini menjadi negara dengan produksi ikan terbesar kelima di dunia. Sama halnya dengan ikan, Jabar pun menjadi pemasok susu terbesar di Indonesia. Namun, secara nasional, hingga kini Indonesia hanya mampu memproduksi susu sebanyak 30% dari kebutuhan, sementara 70%nya impor. “Dan 70% dari 30% produksi susu di In donesia tersebut berasal dari Jawa Barat,” ucapnya, bang ga.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendorong produksi susu, salah satunya melalui pengembangan sapi perah impor yang mampu memproduksi 35-40 liter susu per ekor per hari dari sebelumnya hanya 15 liter per ekor per hari.

“Jadi hampir tiga kali lipat dengan pola pro duksi dan pola konsumsi yang sama, tapi menghasilkan produksi yang berbeda yang sangat tinggi. Itu yang akan kita kembangkan ke depan,” papar Aher. Melalui potensi tersebut, lanjut Aher, pihaknya pun berkeinginan agar Jabar bisa swasembada daging dan susu, selain swasembada pangan.

“Sapi terus kita kembangkan, sebanyak-banyaknya untuk menghadirkan swasembada, baik swasembada daging maupun susu. Namun ikan lebih mudah, saya kira pakar-pakar ikan darat sudah lebih hebat di kita,” kata Aher yang dalam kunjungannya didampingi Sekretaris Daerah Jabar, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar, Kepala Dinas Peternakan Jabar, serta Kepala BPPPU dan jajarannya.

Aher menambahkan, dalam proses produksinya, sapi beranak hanya satu ekor dalam masa ke hamilan 12 bulan. Dan perawatan nya hingga dapat di sembelih membutuhkan waktu 18 bulan. Namun, untuk ikan seperti ikan mas bisa bertelur hingga 100 ribu telur sekali melahirkan, jadi perbanyakannya sangat massif.

“Untuk itu, ketika ada persoalan dalam konsumsi protein, baik protein hewani khususnya ikan, Indonesia tidak per lu khawatir karena Indonesia memiliki pemasok ikan terbesar di dunia,” tandasnya. Tambahan 12-Ikan Sebelumnya, Pemprov Jabar menargetkan produksi ikan tawar sebanyak 1,2 juta ton. Target tersebut optimis terealisasi mengingat potensi perikanan di Jabar sangat besar namun belum tergali.

“Kita targetkan tahun depan produksi ikan baik tawar maupun laut sebanyak 1,2 juta ton,” tutur Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Jafar Ismail usai Upacara Peringat an Hari Nusantara, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, belum lama ini. Menurut dia, produksi ikan di Jabar masih kurang mencukupi untuk konsumsi masyarakat lantaran Jabar masih kekurangan benih.

Terlebih, pengembangan ikan tawar terkendala lahan. “Lahan yang terus berkurang dan sumber air berkurang. Kami meningkatkan produksi ikan air tawar dengan perbaikan induk dan benih,” ujarnya.