Pilkada Serentak, Ekonomi Jawa Barat Cenderung Stagnan
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 11 Jan 2018 09:49 , Dilihat Sebanyak : 42 Kali

BANDUNG, SINDONEWS.COM — Meski 17 daerah di Jawa Barat (Jabar) menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun ini, namun potensi pertumbuhan ekonomi Jabar tak cukup menggembirakan. Bank Indonesia (BI) memprediksi ekonomi Jabar hanya tumbuh 5,2%-5,6%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, ekonomi Jabar pada 2018 diperkirakan akan membaik seiring datangnya pilkada serentak. Selain didorong kondisi ekonomi dunia yang diperkirakan juga membaik. Menurut dia, membaiknya ekonomi Jabar dipengaruhi pilkada serentak, transfer dana sosial seperti BOS, bundes, atau dana rastra dan PKH. Komponen itu menstimulus konsumsi di Jabar, termasuk datangnya event ASEAN Games.

“Itu semua akan mendorong likuiditas keuangan di Jabar. Tetapi, angkanya kami perkirakan masih berkisar 5,2%-5,6%. Memang masih di atas 5%, tetapi belum bisa sampai 6%,” kata dia di Bandung, Rabu (10/1/2017).

Kondisi itu diakuinya belum sebaik 4-5 tahun lalu. Perbaikan ekonomi Jabar masih sangat terbatas. Ekonomi nasional dan harga komoditi belum bisa kembali ke harga normal.

“Pilkada serentak dampaknya tidak terlalu signifikan. Kontribusinya hanya antara 0,4%-0,6%, karena tidak semua daerah pilkada. Justru, sumbangan besar datang dari ekspansi pemerintah dan infrastruktur,” bebernya.

Wiwiek mengatakan, tiga hal yang akan menyumbang perbaikan ekonomi Jabar adalah ekspor, perbaikan konsumsi, dan investasi. “Indeks keyakinan konsumen secara keseluruhan masih optimistis. Masyarakat masih optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan mengalami perbaikan,” imbuh dia. (Arif Budianto)