Peternakan, Bagian Pembangunan Strategis Jawa Barat
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 16 Jan 2017 10:12 , Dilihat Sebanyak : 31 Kali

KAB. BANDUNG BARAT — Pembangunan peternakan menjadi bagian dari pembangunan yang strategis bagi Jawa Barat. Sebab, salah satu tujuan pembangunan peternakan adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Ini karena pembangunan peternakan merupakan usaha strategis yang sekaligus pendorong tersedianya protein hewani yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, menyiapkan kemajuan peternakan, berarti menyiapkan generasi bangsa kedepan yang baik. “Yaitu bagaimana kedaulatan pangan dalam menyiapkan protein hewani, tanpa protein hewani, pembangunan Sumber Daya Manusia tidak optimal. Karena protein hewan mendorong pertumbuhan sel otak,” kata Deddy Mizwar di Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (12/01/2017).

Selain itu kata Deddy, pembangunan peternakan juga menjadi sarana tumbuh kembang usaha kerakyatan, atau peningkatan kegiatan wirausaha masyarakat, yang mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, sekaligus membangun ketahanan pangan, pemenuhan protein hewani bagi masyarakat itu sendiri.

Dalam hal ini, berbagai upaya dilaksanakan untuk meningkatkan produksi ternak dalam rangka pembangunan peternakan.

Dalam rangka mensukseskan pembangunan peternakan tersebut, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang, yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan, terus berupaya membangun kemajuan usaha peternakan.

Balai Pelatihan Peternakan Cikole Lembang memfasilitasi berbagai macam pelatihan teknis peternakan bagi masyarakat dengan mendatangkan berbagai narasumber dari perguruan tinggi, pelaku usaha, perbankan, maupun pengajar dari BPP sendiri.

Pelatihan- pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Peternakan berusaha menyediakan SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan yang tepat guna, serta  memiliki kemandirian.

“Potensi sangat besar, bagaimana urusannya pelatihan ini membuka peluang untuk membuka tenaga kerja, membuka usaha baru. Jadi strategis disana, mengurangi pengangguran untuk wirausaha baru,” Katanya.

“Balai Pelatihan Ternak, ini sudah sangat dikenal bukan hanya dari Jawa Barat saja yang melakukan pelatihan, tapi juga dari berbagai daerah, artinya potensinya sangat besar untuk berkembang lebih jauh. Sudah ada rumah sakit hewan, bisa juga nanti dibentuk Puskeswan, kalau memang sudah banyak orang beternak hewan,” tambahnya.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Dody Firman Nugraha mengatakan, Balai Pelatihan Peternakan merupkaan percontohan yang pertana di Indonesia, yang senantiasa menjadi tujuan beberapa Provinsi melaksanakan pelatihan, salah satunya bagaimana cara berternak pengolahan sapi perah.

“Balai Pelatihan Peternakan, materinya juga dari hulu hingga hilir, tidak hanya sapi perah, tapi pengolahan susu, daging, dan lain sebagainya,” katanya.

“Disini juga kita menguji kualitas pakan yang beredar, ¬†melakukan uji penyakit, sampai pengujian prodak,” sambungnya.