Pesawat Pertama Akan Mendarat di BIJB Kertajati Kamis 24 Mei 2018
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 23 May 2018 09:11 , Dilihat Sebanyak : 197 Kali

JAKARTA, PIKIRAN RAKYAT — Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, akan mulai beroperasi dan melakukan pendaratan perdana (historical landing) Kamis 24 Mei 2018. Tahun ini bandara tersebut juga akan digunakan sebagai tempat embarkasi antara jamaah haji yang akan berangkat ke Saudi Arabia melalui Bandara Soekarno Hatta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pendaratan perdana tersebut akan dilakukan oleh satu pesawat dari Bandara Soekarno Hatta.‎ Maskapai Garuda Indonesia ditunjuk untuk melakukan pendaratan perdana di Bandara Kertajati tersebut.

“Jadi lusa itu namanya historical landing, ada satu penerbangan dari Jakarta yang mendarat ke Kertajati. Itu menjadi satu penerbangan pertama dari bandara lain ke Kertajati,”ujar Budi setelah mengikuti Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa 22 Mei 2018.

Menurut Budi, secara teknis Bandara Kertajati sudah siap ‎beroperasi. Bandara ini juga telah mengantungi ijin untuk melayani penerbangan internasional. “Sebenarnya secara teknis hari ini sudah sangat siap baik landasanya, daya dukung dan lainnya,” ujar dia.

Budi mengatakan, ‎pemerintah ‎juga sedang mempersiapkan Bandara Kertajati untuk bisa mengangkut penerbangan jamaah haji mulai tahun ini. Namun penerbangan tersebut belum bersifat langsung ke Saudi Arabia melainkan masih bersifat embarkasi antara. Dengan demikian, jamaah haji tetap akan transit terlebih dahulu ke Bandara Soekarno Hatta sebelum ‎terbang ke Saudi Arabia.

“Jadi formatnya sama dengan Bandara di Lampung. Kami sudah melakukan koordinasi di Menko Maritim untuk membicarakan format tersebut ,”ujar Budi.

Faktor landasan

Budi mengatakan, belum digunakannya bandara Kertajati untuk penerbangan langsung ke Saudi Arabia disebabkan karena kendala teknis.‎ Saat ini landasan pacu Bandara Kertajati baru sekitar 2.500 meter dengan lebar 60 meter. Panjang dan lebar landasan tersebut belum memenuhi standar kelayakan untuk pesawat berbadan besar.

Menurut Budi, dibutuhkan landasan pacu minimal 3.000 meter agar memenuhi syarat untuk ‎digunakan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777. “Kita patuhi peraturan sehingga memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan yang berlaku,” ujarnya.

Budi menambahkan, Angkasa‎ Pura II sudah berencana untuk menambah panjang landasan pacu Kertajati menjadi 3.000 meter. Dengan demikian, bandara tersebut sudah bisa melayani penerbangan haji secara langsung tahun 2019. “Pembangunannya sekitar Juli tahun ini, selesai paling sekitar enam bulan,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa Bandara Kertajati dapat menampung maksimal 2.500 jamaah haji atau lima kloter. Jamaah tersebut kemungkinan berasal dari Majalengka dan Sumedang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, Bandara Kertajati akan melayani lima rute penerbangan domestik.‎ Rute penerbangan tersebut adalah Kertajati-Denpasar, Kertajati-Surabaya, Kertajati-Ujung Pandang, Kertjati-Balikpapan, Kertajati-Medan. “Nanti disiapkan setelah historical flight, maskapainya seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya. Kami berharap bisa digunakan juga untuk mudik,”ujar dia. (Tia Dwitiani Komalasari)