Perbaikan Rumput Stadion GBLA Selesai 60 Hari
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 06 Oct 2016 13:58 , Dilihat Sebanyak : 8 Kali

Antarajabar.com – Ketua Harian PB PON XIX/2016 Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan perbaikan rumput di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dilakukan sejak 3 September ditargetkan akan selesai selama 60 hari ke depan.
“Tentunya PB PON bertanggung  jawab penuh untuk kembali menghijaukan rumput di GBLA. Kalau menurut idealnya itu waktu perbaikan selama 60 hari sudah selesai. Ini dihitung sejak tiga hari mulai perbaikan sejak senin kemarin,” kata Iwa Karniwa, di Bandung, Rabu.

Sebelumnya stadion bertaraf internasional dengan kapasitas penonton 38 ribu penonton tersebut dipergunakan untuk upacara pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 Jawa Barat.

Ia mengatakan pemasangan rumput yang baru sedang dilakukan saat ini dan diharapkan rumput tersebut memiliki kualitas lebih baik dari yang sebelumnya dan tidak menutup kemungkinan rumput di Stadion GBLA bisa tumbuh lebih bagus dari sebelumnya.

“Saat ini sudah sedang proses pemulihan dan pemasangan. Karena untuk rumput-rumput yang ditanam diharapkan bisa tumbuh seperti semula dan lebih baik,” kata dia.

Menurut dia, waktu 60 hari adalah waktu yang sangat ideal untuk memperbaiki dan memulihkan rumput rusak dan dengan cuaca hujan yang turun di Kota Bandung, sangat membantu untuk pertumbuhan rumput yang baru.

“Jadi si tumbuh tunasnya ¿itu akan lebih cepat. Ini ada sebagian yang mati tapi akarnya tidak mati, dan ada juga daunnya kuning tapi akarnya masih hidup, nanti tinggal dikasih nutrisi akan kembali hijau,” kata dia.

Ia mengatakan Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran Rp400 juta untuk perbaikan rumput di Stadion GBLA dan proses pencairan dana dilakukan dengan cara bertahap, untuk membeli rumput yang baru.

“Tentunya tidak dipersulit pencairan anggaran tersebut. Pencairan sudah mulai dilakukan tapi secara bertahap sesuai dengan progres pengerjaannya. Pembayaran dilaksanakan melihat dari realisasinya dan progres kerja,” ujar Iwa.