Peran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Membangun Masyarakat Jawa Barat yang Berkualitas dan Berdaya Saing
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 17 Jul 2014 01:51 , Dilihat Sebanyak : 349 Kali

“Pada dasarnya, untuk membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing diibaratkan seperti membangun tim raksasa terkait siapa yang akan dibangun, budaya apa yang akan dikembangkan dan bagaimana iplementasi untuk memewujudkannya, ” ujar DR. Enjang, selaku moderator saat membuka diskusi di Ruang Sidang Bidang Sosial dan Budaya, Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kamis, (17/07).

Focus Group Discussion (FGD) yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini terkait dengan peranan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing. Beberapa peserta yang hadir diantaranya Kanwil Kemenag Jabar, Akademisi Universitas Islam, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar,  BadanPemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana(BP3AKB) Jabar, Disnakertrans, dan Bidang Sosbud Bappeda Jabar.

Perlu adanya keteladanan dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk berpihak kepada kemajuan masyarakat, karena kondisi masyarakat Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk paling besar di Indonesia dan sebagian besar memeluk agama Islam. Sehingga peran tokoh agama selain sebagai pelayan umat dan teladan bagi masyarakat, juga sebagai petunjuk arah dalam membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing. Karena keberagaman masyarakat Jabar menyimpan potensi besar dalam pembentukan modal sosial yang memadai untuk menjamin berlangsungnya pembangunan.

Implementasi agama dalam pembangunan adalah dengan menghidupkan nilai-nilai agama dalam kehidupan publik, menjadi sumber moral dalam pembentukan regulasi/aturan pembangunan, rujukan etis bagi pelaku pembangunan, serta memotivasi masyarakat untuk bekerja dan berkarya dalam pembangunan.

Untuk meningkatkan masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing, antara lain dengan meningkatan ketaatan beragama yang terwujud dalam sikap dan perilaku sosial sebagaimana sejalan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung didalam ajaran agama, menumbuhkembangkan wawasan keagamaan yang lapang dan toleran selaras dengan wawasan kebangsaan dan kebhinekaan, serta menumbuhkembangkan pusat kajian keagamaan dan sumber belajar masyarakat.