Penghitungan Suara Ketua PWRI Bappeda Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 14 Aug 2014 01:58 , Dilihat Sebanyak : 48 Kali

Semangat untuk tetap beraktivitas dalam kegiatan-kegiatan positif memang baik untuk dilakukan oleh siapa saja. Seperti  kegiatan yang dilakukan oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) atau para pensiunan Bappeda Provinsi Jawa Barat dengan melakukan pemilihan ketua PWRI yang baru. Pemilihan tersebut dilakukan hari ini, Kamis 14/08 di Ruang Operasional Room Bappeda Provinsi Jawa Barat.

Sebenarnya panitia acara tersebut telah menyebar 60 undangan, namun yang hadir hanya 36 orang. Meski hanya setengah yang hadir, agenda tetap berjalan lancar. Bahkan dalam agenda tersebut diwarnai canda dan tawa karna secara tidak sadar beberapa orang memerankan aktor dalam sengketa pilpres.

Hasil pernghitungan yang dilakukan, dari ketiga calon Ketua yakni Dr. Ir. H. Agus Rachmat, MT, Dra. Hj. Tuti Setiasih dan H. Yuda Ismuharto, S.AP,  suara terbanyak didapatkan oleh Dr. Ir. H. Agus Rachmat, MT (kanan) dengan perolehan suara sebanyak 33 suara. Sementa Dra. Hj. Tuti Setiasih (tengah) 3 suara dan  H. Yuda Ismuharto, S.AP (kiri) mendapatkan 0 suara.

Dalam sambutannya, Ketua terpilih langsung menempatkan posisi Dra. Hj. Tuti Setiasih sebagai Wakil Ketua, dan H. Yuda Ismuharto, S.AP sebagai bendahara. Beliau mengatakan bahwa “insyaallah saya menerima kepercayaan dari semua pihak dan memohon do’a agar bisa menjalankan kepengurusannya tersebut” tuturnya.

Beliau menambahkan, yang menjadi pimpinan dan pengurus adalah bersifat egaliter yakni Seorang yang mampu mendudukkan diri sebagai kawula, bukan sebagai elit. Pada intinya posisinya sama saja dengan orang yang tidak terpilih sebagai ketua. Beliau mengharapkan bimbingan dari orang-orang yang lebih senior, yang telah berkiprah lebih lama di Bappeda Provinsi Jawa Barat.

Dari kegiatan yang dilakukan oleh PWRI atau kepanjangan dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia sebagai organisasi yang menghimpun para pensiunan pegawai BUMN ini, kita bisa belajar untuk tetap menanamkan semangat beraktivitas dalam kegiatan-kegiatan yang positif.***