Pemprov Serius Kembangkan Jabar Selatan
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 12 Feb 2019 08:34 , Dilihat Sebanyak : 59 Kali

BANDUNG, INILAH KORAN – Pemprov Jawa Barat kian serius mengodok kawasan selatan agar semakin maju. Beberapa program disiapkan, di antaranya pengembangan bandar udara (bandara) Sukabumi, Pangandaran, dan Tasikmalaya.

“Termasuk Garut selatan ada potensi bandara. Jadi bandara ada dua, tipe A bisa internasional dan tipe B untuk pengembangan pariwisata,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung,
Senin (11/2/2019).

Selain itu, pihaknya akan melakukan pengembangan jalur kereta api baru menghubungkan Pangandaran dan Banten.

“Akan ada penambahan jalur-jalur jalan yang melintasi Jawa Barat tengah ke selatan,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jabar Dedi Taufik mengatakan, bandara di Jabar selatan diproyeksikan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Misalnya pengembangan Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya, yang diharapkan memacu daerah wisata.

“Kemudian nanti Cikembar juga sama. Jadi berapa persen nanti untuk kedatangan pariwisata,” ujar Dedi.

Terkait pembangunan Bandara Cikembar, menurut Dedi, sekarang tahapnya sudah mulai pembebasan lahan. Namun, setelah revisi RTRW masuk. Pemprov Jabar pun rapat dengan pemerintah pusat terkait Cikembar untuk menetapkan apa yang harus disiapkan pada tahun ini.

“Kalau nanti penetapan. Hari ini juga rapat tentang bahwa Cikembar masuk dalam rencana induk tatanan kebandarudaraan. Kalau Tasik sudah, tinggal pengembangannya,” paparnya.

Sedangkan Bandara Garut, kata dia, akan menggunakan aerotripnya Pamengpeuk. Tapi sudah masuk RTRW.

“Kalau Garut belum lah. Cikembar dulu yang harus duluan,” katanya.

Disinggung terkait anggaran, kata Dedi, Pemprov Jabar akan mendorong anggaran ke pemerintah pusat karena cukup lumayan besar.

“Cikembar saja untuk tanah anggarannya kurang lebih Rp200 miliar. Itu belum infrastruktur,” katanya.

Pemprov Jabar pun akan mereaktivasi kereta mulai dari Parigi sampai Banten. Saat ini sudah mendapatkan hasil studi.

“Jadi filosofi Pak Gubernur tidak membuat jalur baru, hanya mereaktivasi. Itu kan peninggalan Belanda. Masa kita enggak bisa membuat untuk itu,” katanya.

“Nanti yang horizontal dan vertikal. Yang vertikal ke Cikajang tembus ke Garut Selatan. Terus dari Bandung menuju Ciwidey, langsung ke Rancabuaya. Itu yang vertikal,” pungkasnya.