Pemprov Rancang Wahana Saintek Di Cirebon
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 05 Jan 2018 11:52 , Dilihat Sebanyak : 153 Kali

BISNIS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merancang Science and Technology Park (STP) Jawa Barat, di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

STP merupakan kawasan sains dan teknologi, atau sebuah wahana yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyebut bahwa rancangan STP Jabar ini disiapkan oleh Tim Science and Technology Park Jawa Barat berdasarkan surat perintah Gubernur Jawa Barat No. 050.05/2551/BP2D.

“Kita canangkan di Cirebon sebagai STP pusat Jawa Barat,” kata Aher dalam rilis Humas Jabar, Kamis (4/1/2018).

Secara rinci, Gubernur Aher pun menyebut sejumlah fungsi STP, antara lain menyediakan wahana untuk kolaborasi R&D berkelanjutan antar universitas, lemlitbang, dan industri.

Kemudian STP juga akan berfungsi memfasilitasi penumbuhan perusahaan berbasis imovasi melalui inkubasi dan proses spin-off.

“Juga menyediakan layanan bernilai tambah lainnya melalui penyediaan ruang dan fasilitas berkualitas tinggi,” katanya.

Aher pun menyebutkan ke depan akan juga dibangun sejumlah STP Wilayah yang tersebar di seluruh penjuru Jawa Barat, seperti diantaranya; STP Jabar Wilayah Bodebekkapur Raya, Bandung Raya, Cirebon Raya, Pelabuhanratu Raya, Rancabuaya Raya, dan Pangandaran Raya.

Adapun STP Cirebon saat ini baru memiliki luas lahan 19 hektare dari 30 hektare yang direcanakan. Dengan rincian 18 hektare di kelurahan Kalijaga, dan 1 hektare di kelurahan Argasunya, di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

“Tentu saja lahannya harus dibebaskan sehingga target 30 hektare itu bisa tercapai seluruhnya. Sekarang ada sekitar 11 hektare yang berada di tengah-tengah lahan itu milik masyarakat dan 19 hektare sudah dibebaskan,” ungkap Aher.

Aher ingin, pembangunan STP supaya bisa dimulai pada tahun 2018. Meskipun, proyek tersebut masih perlu dikaji lebih dalam lagi karena tidak hanya menyoal pembangunan fisik.

“Tapi tentu harus didesain dan direkayasa terlebih dahulu dan disepakati oleh para pakar,” katanya.

Aher juga menjelaskan bahwa di kawasan STP nantinya akan dikembangkan suatu knowledge industry, atau ilmu pengetahuan industri maka berbagai jenis penbangunan fisik akan mengikuti bidang pengetahuan industri apa saja yang akan dibangun.

“Ketika pengembangannya Nano teknologi maka gedungnya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan Nano telnologi. Begitupun ketika yang kita kembangkan adalah laoratorium robot atau laboratorium mangga gedong gincu, ikan sidat dan ikan Nila itu agrobisnisnya termasuk laboratoumnya, maka pembangunan gedungnya pun harus disesuaikan,” Ucap Aher. (Wisnu Wage)