Pemprov Jawa Barat Dorong Pendidikan Inklusi
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 09 May 2017 10:55 , Dilihat Sebanyak : 141 Kali

Antarajabar.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menuturkan pemerintah provinsi terus mendorong keberadaan pendidikan inklusi agar hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat setara dengan anak pada umumnya.

“Ini adalah sebuah kewajiban, di Jawa Barat ada sekitar 400 sekolah inklusi dan ini harus kita dorong terus supaya ada kesetaraan bagi mereka dan mereka tidak merasa ada diskriminatif sehingga kita dorong pendidikan inklusi,” kata Deddy Mizwar usai penutupan Program NIVEA #SentuhanIbu 2016, di Bandung, Senin.

Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar.

Menurut dia, anak berkebutuhan khusus sejak dini mungkin harus merasakan pendidikan yang sama dengan anak pada umumnya agar mereka bisa percaya diri.

“Anak penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan khusus dari diskriminasi, penelantaran, eksploitasi dan menerima hak yang sama dengan anak lainnya agar mencapai integritas sosial dan pengembangan individu,” kata dia.

Dirinya mengatakan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong pendidikan inklusi agar lebih baik adalah seperti pembentukan kelompok kerja pendidikan inklusi, pemberian bantuan sosial atau hibah bagi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi.

“Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga memberikan bantuan biaya pendidikan S1 dan S2 untuk guru pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dan membangun pusat dukungan pendidikan inklusi,” kata dia.

Seiring dengan telah ditetapkannya Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi Inklusi, kata Deddy Mizwar, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai ikhtiar untuk memberikan pelayanan publik terbaik melalui penyelenggaraan pendidikan inklusi.

“Selain itu, perempuan dengan disabilitas juga memiliki hak mendapatkan perlindungan lebih dari perlakukan diskriminasi berlapis dan perlindungan diskriminasi lainnya,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada orang tua yang telah merawat dan membesarnya anak berkebutuhan khusus.

“Makanya tadi saya bacakan puisi karya Bu Mensos Khofifah, itu dedikasi saya untuk para orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus. Saya sangat salut dengan perjuangan mereka,” kata dia.

Pemprov Jawa Barat, lanjut dia, juga menyampaikan apresiasi kepada Manager Project CSR NIVEA yang telah memberikan perhatian dan dukungan untuk memajukan dunia pendidikan di Jawa Barat, khususnya pendidikan inklusi. (Ajat S)