Pemprov Jabar Ikuti Penilaian Tahap II PPD 2021
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 25 Feb 2021 16:17 , Dilihat Sebanyak : 95 Kali

KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengikuti penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui virtual meeting, Kamis (25/2).

Penilaian tahap II bertujuan untuk memperoleh informasi dan konfirmasi dari pemerintah daerah terkait pencapaian, kualitas dan proses penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi daerah.

Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan IPM Provinsi Jawa Barat pada masa pandemi naik dari 72,03 menjadi 72,69 poin. Selain itu, Jabar berhasil mempertahankan posisi provinsi dengan angka ekspor tertinggi selama masa pandemi yakni hampir 17% dari total ekspor Indonesia. Jabar juga menjadi provinsi dengan nilai investasi paling tinggi di Indonesia selama masa pandemi ini.

“Alhamdulillah selama covid kami berusaha mempertahankan inovasi-inovasi pembangunan,” tutur Ridwan Kamil.

Pada masa pandemi, dalam proses penanganannya Jawa Barat mengandalkan aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat). Aplikasi Pikobar berhasil memenangkan berbagai penghargaan nasional hingga internasional.

“Big data kami menjadi sumber pengambilan keputusan selama Covid-19, mulai dari data harian, siapa yang berhak terlebih dulu mendapatkan rapid test, pendaftaran relawan, donasi, komplain online, bansos. Disortir dalam satu big data machine yang kita sebut Pikobar ini,” jelas Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Selain itu Pemprov Jabar juga membentuk Jabar Saber Hoax, Jabar Digital Service, Jabar Quick Response, dan Patriot Desa sebagai wujud nyata dynamic goverment.

“Saya mempercayai di masa depan jika ada kerumitan darurat seperti ini kuncinya adalah data deliver decision, jadi good data good decision, bad data bad decision,” tambahnya.

Kepala Bappeda Jabar Ferry Sofwan Arif menambahkan, Pemprov Jabar telah 9 kali berturut-turut mendapatkan WTP dan pada tahun 2020 Jabar mendapatkan 69 penghargaan yang terdiri dari 3 penghargaan internasional, 52 penghargaan pemerintah pusat dan 14 penghargaan non pemerintahan.