Pemprov Jabar Dukung Kampung Keluarga Berkualitas
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 04 Aug 2020 14:59 , Dilihat Sebanyak : 76 Kali

KOTA BANDUNG – Kepala Bappeda Jabar menjadi narasumber dalam forum group discussion Penyusunan Strategi Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Lintas Sektor yang digelar BKKBN Perwakilan Jawa Barat, Selasa (4/8).

Untuk membangun wilayah dengan sumber daya manusia berkualitas, BKKBN menawarkan program kampung Keluarga Berkualitas yaitu kampung dengan keluarga berencana yang matang. Diharapkan semua stakeholders turut berpartisipasi dan aktif berkontribusi dalam membangun wilayah berkualitas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Semua saling gotong royong menerapkan 8 fungsi keluarga dan membangun keluarga berkualitas, sehingga dapat terwujudnya Jabar Juara Lahir dan Batin,” tutur Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Barat, Uung Kusmana.

Adapun 8 fungsi keluarga menurut BKKBN ialah fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Pada tahun 2019, IPM Jawa Barat meningkat menjadi 72,03 dari 71,30 pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut membuat IPM Jabar ada pada peringkat 10 Nasional.

Mendukung program Kampung Keluarga Berkualitas, Pemprov Jabar mengagendakan berbagai program pembangunan dalam rangka pengendalian kependudukan, stunting, ketahanan keluarga, penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penurunan angka kemiskinan, untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan tidak ada yang tertinggal.

Dukungan ini juga tercantum dalam 9+1 prioritas pembangunan daerah serta program Jawa Barat Juara Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana sesuai Perda No. 9 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga yaitu Sekoper Cinta, Kendaraan Konseling Silih Asih, dan Layad Rawat.

Memiliki 64,65% penduduk usia produktif dari 49,32 juta jiwa penduduk menjadi potensi sekaligus tantangan bagi Jawa Barat. “Hal ini menjadi potensi sekaligus tantangan, bagaimana usia produktif bisa diberikan layanan termasuk untuk membangun ekonomi daerah, walaupun kelompok usia lain juga tetap harus diperhatikan,” jelas Kepala Bappeda Jabar.