Pemprov Jabar Dorong Pemanfaatan Teknologi Informasi
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 12 Feb 2018 08:57 , Dilihat Sebanyak : 56 Kali

BANDUNG, JABARPROV– Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong peningkatan pemanfaatan potensi teknologi informasi oleh semua perguruan tinggi di Jawa Barat. Teknologi informasi, di antaranya startup, dinilai mampu meningkatkan geliat dunia wirausaha dan perekonomian di Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa.

“Teknologi informasi di zaman sekarang adalah sesuatu yang harus dikuasai. Kita infokan kepada teman-teman di kampus, seperti apa Jawa Barat ke depannya. Peran teman-teman ini nantinya ke mana,” kata Iwa, Minggu (11/2).

Iwa mengatakan di zaman moderen ini, sama seperti teknologi informasi, konektivitas berupa transportasi pun sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya cakupan antar kota atau kabupaten, tapi antar kawasan seperti Bandung Raya, Cirebon Raya, atau Priangan Timur.

Untuk meningkatkan konektivitas antar daerah tersebut, katanya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus membangun sejumlah infrastruktur seperti jalan tol dan jalur kereta. Saat ini, katanya, tengah dibangun Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dan pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya- Banjar sudah melewati tahap feasibility study.

Pembangunan jalur kereta api cepat pun, katanya, tengah dibangun dan akan disambung dengan pembangunan light rail transit (LRT) Bandung Raya yang akan menghubungkan Padalarang dan Cimahi dengan Tanjungsari, Gedebage dengan Majalaya dan Soreang, dan jalur lainnya.

“Belum lagi kita sedang membangun Bandara Kertajati yang lebih luas dibanding Bandara Soekarno Hatta, juga kita bangun Pelabuhan Patimban. Infrastruktur itu bagian dari konsen kita, selain pelayanan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia,” katanya.

Iwa mengapresiasi langkah ITB yang telah bertransformasi dari perguruan tinggi riset menjadi perguruan tinggi pencetak enterpreneur atau pengusaha. Diharapkan bersama perguruan tinggi lainnya yang juga berkomitmen untuk mencetak para pengusaha baru, angka 3 persen populasi pengusaha di Indonesia dapat terdongkrak.