Pemprov Inventarisir Aset Eks PON dan Peparnas
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 03 Mar 2017 10:17 , Dilihat Sebanyak : 26 Kali
Ilustrasi Venue Polo Air/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menginventarisir dan mendata sejumlah aset yang dipakai untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas 2016 lalu. ‎Tujuannya untuk tertib administrasi pencatatan aset dalam rangka audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Terutama sebagai bukti fisik aset sebelum akhirnya diserahterimakan kepada daerah atau pemprov Jabar.

‎Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, selama persiapan PON dan Peparnas pihaknya telah menggelontorkan ‎belanja modal ke sejumlah OPD sejak 2014-2016. Hal itu meliputi‎ venue pertandingan, peralatan pertandingan, alat komunikasi sampai perlengkapan promosi.

Menurut dia, terdapat 6 OPD utama yang terkait belanja modal tersebut yaitu Dinas Olahraga dan Pemuda soal alat pertandingan, Dinas Perumahan dan Pemukiman terkait venue, lalu Dinas Perhubungan soal peralatan dan alat transportasi.

“Disparbud peralatan upacara pembukaan dan penutupan, Disperindag terkait kelengkapan promosi dan Kominfo yang membawahi alat komunikasi dan computer,”ujar Iwa usai memimpin rapat pengelolaan aset pasca PON dan Peparnas di Ruang Ciremai, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 2 Maret 2017.

Terhadap 6 OPD tersebut, Iwa meminta para kepala OPD yang pada saat PON/Peparnas digelar menjadi kepala bidang tersebut ikut merampungkan pencatatan aset tersebut untuk kemudian melakukan persiapan untuk penyerahan aset pada Pemprov Jabar. Yang nantinya akan dicatat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.‎

Iwa berharap, inventarisasi tersebut tuntas pada pertengahan Maret ini beriringan dengan berjalannya pemeriksaan BPK.

‎Setelah selesai pencatatan tersebut, kata Iwa, pihaknya akan melakukan serah terima maupun membahas terkait kerja sama pengelolaan venue. Pemprov memastikan akan mengelola sejumlah venue yang menjadi miliknya seperti GOR Saparua, SOR Arcamanik. Pengelolaan akan dikerjasamakan dengan cabor terkait seperti cabor baseball, atletik, dan senam.

Sementara itu, serah terima pun akan dilakukan bagi sejumlah venue yang ada di kabupaten/kota seperti Ciamis, Kota Bandung, Kabupaten Bandung hingga Cirebon. Iwa mencontohkan venue yang dibangun melalui bantuan keuangan seperti GOR tinju di Kabupaten Sukabumi, dan beberapa venud di Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, otomatis akan menjadi aset pemda setempat.

“Selanjutnya oleh Pemda dikerjasamakan dengan pengurus besar cabor yang bersangkutan,” katanya.

Hal yang sama berlaku untuk venue yang merupakan bantuan hibah Pemprov seperti Lanud Sulaeman untuk aeromodeling, UPI (sofboll) atau Kavaleri (berkuda). “Yang hibah itu venuenya tetap milik instansi tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika status kepemilikan sudah jelas maka pemeliharaan dan pengembangan jadi tanggung jawab masing-masing. “Yang pasti kami ingin venue itu harus tetap hidup dan pengembangan olah raga harus terus berjalan,” katanya. (Novianti Nurulliah)