Pemprov Dukung BBWS Tangani Banjir Rancaekek
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 04 Apr 2017 15:39 , Dilihat Sebanyak : 69 Kali

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung upaya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang saat ini tengah melakukan penanganan darurat banjir Rancaekek. Seperti diketahui saat ini, BBWS saat ini di antaranya tengah melakukan pendalaman Sungai Cikijing sepanjang 750 meter atau 250 meter dari arah Kahatex hingga jembatan, serta 500 meter dari jembatan.

Kepala Dinas PSDA Jawa Barat Nana Nasuha mengatakan, pihaknya sudah mengantongi skenario penanganan permanen banjir Rancaekek. Tapi sekarang yang sedang dilakukan adalah penanganan yang sifatnya darurat.

“Jadi seperti penanganan Cimande, sungai cikijing, kemudian sungai cikeruh. Itu kan berdasarkan rencana BBWS itu kan akan dilebarkan tapi karena proses pembebasan tanahnya belum selesai maka Sungai Cikijing, Cimande, Cikeruh itu dilaksanakan pengerukan dengan harapan bahwa paling tidak bisa mengalirkan debit banjir yang ada,” ujar Nana usai rapat di Gedung Sate, Selasa 4 April 2017.

Menurut dia,‎ pengerukan sungai tersebut tetap dipantau pengaruhnya. Namun saat ini dikarenakan hujannya relatif tidak deras dengan demikian belum terlihat efektifitasnya.

“Pengeruhan sudah stan by terus. Ini masih pelru dicermati karena pengerukan di badan sungai sekarang itu baru dilaksanakan minggu kemarin. Dan sampai hari ini memang belum bisa teruji karena kebetulan beberapa hari ini curah hujan relatif kecil. Nanti kalau ada curah hujan yang besar durasi lama maka nanti bisa dilihat efeknya,” ujar dia.

Sementara, lanjut dia, peran pemprov sendiri pada penanganan banjir Rancaekek tersebut yaitu melakukan kordinasi di lapangan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya pun mendukung pekerjaan darurat yang dilakukan BBWS. Di antaranya menyediakan mess untuk operator penyedot air di Kahatex‎ agas Stand by selama 24 jam.

Sementara untuk pengerukan sungai, kata Iwa, alat pengeruh sudah turun. Untuk tahap pertama Cikijing sedang dalam proses pengerjaan. Namun untuk Cikeruh ada yang menahan yaitu jembatan kereta api dan jembatan kendaraan.

“Jembatan kendaraan ini jalannya jalan Kabupaten Bandung. Pengerukan tidak bisa selesai mengingat jembatan itu memang rendah. Solusinya jembatan akan ditinggikan oleh BBWS. Karena kalau mengandalkan APBD dari Kabupaten Bandung prosesnya sangat lama,” ujar dia.

Dengan demikian, lanjut Iwa, mengingat jembatan tersebut milik Kabupaten Bandung maka izin untuk dibongkar dan dibangun meninggikan perlu dari bupati. Pihaknya mengharapkan Dadang Naser mengizinkan pembongkaran sekaligus meninggikan jembatan.

“Pelebaran dan juga perbaikan dan sebagainya itu perlu dilakukan untuk menghitung debit air yang dilalui sehingga berapa dimensi drainase tersebut. Kalau sudah ada maka diajukan untuk dilakukan. Sementara ini darurat melakukan normalisasi aesuai dengan anggaran yang ada,” tutur Iwa. (Novianti Nurulliah)