Pemerintah Pusat Akan Buat Kereta Kapsul di Bandung
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 27 Feb 2017 10:27 , Dilihat Sebanyak : 90 Kali
Budi Karya Sumadi/ARIE C MELIALA/PR

JAKARTA, (PR).- Kementerian Perhubungan merencanakan penggunaan kereta kapsul di Kota Bandung tahap I bisa beroperasi pada tahun 2018. Pembangunan kereta kapsul tahap I itu meliputi trayek Stasiun Bandung-Tegalega sepanjang 2 kilometer.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kereta kapsul tersebut terintegrasi dengan rencana pembangunan kereta komuter trayek Cicalengka-Padalarang. Adapun untuk komuter trayek Cicalengka-Padalarang sepanjang 39 kilometer merupakan proyek jangka panjang yang ditargetkan rampung pada tahun 2021. Selain jarak yang panjang, trayek Cicalengka-Padalarang juga akan dibuat double track.

Pengerjaan kereta kapsul di Kota Bandung ada tiga tahap. Tahap I yang pengerjaannya dimulai pada akhir tahun 2017 mengambil trayek Stasiun Bandung-Tegalega. Kemudian tahap II meliputi trayek Leuwipanjang-Gedebage dan tahap III meliputi Leuwipanjang-Dago.

“Jadi, kita membuat format baru di Bandung. Komuter dibuat dari Cicalengka ke Padalarang, tapi untuk feeder, kita menggunakan kereta kapsul yang dibangun di dalam negeri oleh PT PP,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 27 Februari 2017.

Dia menyebutkan, nilai investasi untuk pembangunan trayek kereta kapsul Rp 1 triliun. Adapun untuk daya angkutnya, diestimasikan bisa menampung 11.000 orang per jam dengan kapasitas maksimal 165.000 orang per hari. Jumlah kapsul yang beroperasi ditarget 14 kapsul dan ada kereta kapsul cadangan sebanyak 2 unit.

Budi menambahkan, kereta kapsul di Bandung difungsikan sebagai komplementer atau pelengkap dari moda transportasi massal yang sudah ada. Harga tiket yang berada di kisaran Rp 5.000-Rp 7.000 per orang, diharapkan bisa memfasilitasi pergerakan orang di Kota Bandung dan sekitarnya.

Dia mengatakan, rencana serupa juga awalnya akan dilakukan di Surabaya. Namun pemerintah Surabaya menginginkan dibuat trem, alih-alih kereta kapsul. Pemerintah Surabaya menginginkan pembangunan trayek trem sepanjang 9 kilometer. Namun menurut Budi, akan dibangun sepanjang 4 kilometer terlebih dahulu. (Muhammad Ashari)