Pemerintah inginkan BIJB jadi `logistic base`
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 27 Sep 2017 11:37 , Dilihat Sebanyak : 39 Kali
Tinjau Bandara Kertajati. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) didampingi Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (ketiga kiri) meninjau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (26/9/2017). Menko Kemaritiman berharap bandara Kertajati menjadi pusat logistik serta meminta pembangunan Tol Cisumdawu dipercepat guna mendukung akses bandara Kertajati. (ANTARA/Dedhez Anggara)

MaJalengka (ANTARA News) – Pemerintah Pusat ingin menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di Kabupaten Majalengka sebagai logistic base, karena bandara tersebut sangat strategis, kata Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan.

“Disini mimpi pemerintah mau membuat logistic base, karena dekat dengan Patimban, Cirebon, Bandung dan jalan keselatan juga akan tembus,” kata Luhut di Majalengka saat melaukan kunjungan ke BIJB, Selasa.

Menurutnya dengan adanya logistic base, maka diharapkan Jawa Barat perekonomiannya semakin bagus, karena didorong dengan sarana yang ada, jadi tingkat kemiskinan akan berkurang khususnya Jabar bagian selatan.

Selain itu lanjut Luhut sejumlah sarana dan prasana penunjang bandara itu pun saat ini tengah dibangun, termasuk dengan membuka akses ke Garut Selatan hingga ke Pangandaran. “Dengan begitu diharapkan kemiskinan yang ada di pantai selatan Jawa Barat bisa diperbaiki,” tuturnya.

Luhut menjelaskan saat ini Pemerintah terus mengupayakan agar pembangunan BIJB sesuai target yang diberikan Presiden, dimana Presiden berpesan, agar pada bulan Juni tahun 2018 sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

“Presiden mau BIJB selesai Juni tahun depan, karena bandara ini sangat penting,” katanya.

Luhut mengatakan Presiden juga memerintahkan agar bandara tersebut sudah digunakan saat pelaksanaan ibadah haji 2018.

Menurut dia, kedatangannya ke BIJB Kertajati adalah salah satu tindak lanjut pertemuan yang dilakukan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan kami di Jakarta beberapa waktu lalu dan kami ingin penyelesaian BIJB cepat,” katanya lagi. (Khaerul Izan)