Pemdaprov Jabar Raih Penghargaan di IGA 2019
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 08 Oct 2019 08:13 , Dilihat Sebanyak : 35 Kali

JAKARTA, HUMAS JABAR — Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) meraih penghargaan Pemerintah Provinsi Terinovatif Peringkat 2 dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/10/19) malam. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

IGA sendiri digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya untuk mengapresiasi inovasi pembangunan yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Emil –demikian Ridwan Kamil disapa—mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan Pemdaprov Jabar semakin cepat, transparan, efisien, dan hadir sejumlah terobosan maupun gagasan segar dalam proses pembangunan.

“Alhamdulillah, tahun ini Jawa Barat naik kelas. Kita menjadi provinsi dua terbaik bersama Jawa Tengah untuk inovasi-inovasi pemerintahan di Indonesia,” kata Emil.

“Inovasi ini menjadi sebuah semangat, menjadi sebuah identitas bahwa melayani publik harus lebih cepat, lebih transparan. Kemudian juga memaksimalkan efisiensi-efisiensi dan terobosan-terobosan,” lanjutnya.

Menurut Emil, selama satu tahun masa kepemimpinannya dengan Uu Ruzhanul Ulum, Pemdaprov Jabar sudah melahirkan sejumlah inovasi, khususnya di pedesaan. Dia pun optimistis visi Jabar Juara Lahir Batin dapat terwujud dengan terus berinovasi dan berkolaborasi.

“Insyaallah, Jawa Barat banyak orang pintar, perguruan tinggi banyak, setiap hari kita melakukan inovasi. Apalagi, selama setahun kita banyak merilis inovasi di desa, di kota, dan lain-lain,” ucapnya. “Jawa Barat akan juara lahir batin dan tentunya inovasi adalah kebutuhan,” imbuhnya.

Selain itu, Emil akan memotivasi semua Pemerintah Kabupaten/Kota di Jabar untuk terus berinovasi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. “Sekarang tugas Jawa Barat ada dua, tidak hanya provinsi (untuk berinovasi), tapi juga daerahnya (kabupaten/kota),” katanya.

“Saya akan motivasi 27 daerah dalam bimbingan kita juga harus hadir menjadi kota/kabupaten terinovatif juga se-Indonesia. Tadi juga sudah diwakili oleh beberapa (kabupaten/kota di Jabar yang mendapat IGA),” lanjutnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan, ada peningkatan jumlah pemerintah daerah yang meraih penghargaan dalam IGA 2019.

“Kami ingin sampaikan bahwa ada kemajuan dibanding tahun lalu — (pemda) di tingkat provinsi masih sama (yang mendapat penghargaan pemda terinovatif), tapi di tingkat (pemda) kabupaten/kota muncul daerah baru yang mendapat penghargaan,” kata Tjahjo.

“Dari 534 kabupaten/kota dan (34) provinsi, harapan kami harus tampil berbagai inovasi tapi masih tetap hampir 80 persen itu daerahnya (yang mendapat penghargaan pemda inovatif) masih sama. Saya kira ini (IGA) bisa merangsang (pemda lain) di kemudian hari,” harapnya.

Menurut Tjahjo, inovasi harus bisa mewarnai pembangunan daerah. Inovasi sendiri harus dapat memangkas biaya, jalur birokrasi, dan waktu yang panjang. Dengan begitu, inovasi mampu membawa kebaikan dan proses yang cepat dalam prosedur pelaksanaan pembangunan.

“Inovasi lahir untuk memudahkan pelayanan di daerah yang juga dapat dilakukan secara mudah, sederhana, murah, cepat, tepat, serta memberikan kemudahan bagi investor untuk berbisnis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPP Kemendagri Dodi Riyadmadji mengatakan bahwa ada kemajuan yang signifikan terhadap jumlah inovasi daerah yang telah di-input pemda melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah.

Pada 2018 jumlah inovasi daerah yang terinput sebanyak 3.718 inovasi daerah. Sementara di 2019 meningkat sebesar 217 persen menjadi 8.014 inovasi daerah yang terbagi dalam tiga bentuk inovasi, yakni inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi lainnya yang didasarkan pada urusan yang menjadi kewenangan daerah.

“Pelaksaan Innovative Government Award dilakukan melalui seleksi ketat melalui beberapa tahapan, mulai dari penjaringan, validasi lapangan, dan presentasi kepala daerah dengan melibatkan tim penilai dari unsur pakar dan lintas kementerian/lembaga,” jelas Dodi.

Ajang IGA 2019 dihadiri 32 pemda, yang terdiri dari lima provinsi, 16 kabupaten, dan sebelas kota yang terbagi dalam enam kluster, yaitu: Kluster Provinsi Terinovatif, Kluster Kabupaten Terinovatif, Kluster Kota Terinovatif, Kluster Kabupaten Daerah Tertinggal Terinovatif, Kluster Kabupaten/Kota Daerah Perbatasan Terinovatif yang dinilai dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami juga melaporkan bahwa pemerintah daerah yang mendapat nominator Innovative Government Award tahun lalu telah mendapat dana insentif daerah untuk tahun 2020. Semoga pada tahun mendatang juga akan masuk nominator Innovative Government Award 2019 yang diberikan dana insentif daerah pada tahun 2021,” ucapnya mengakhiri.

Berikut daftar nama pemerintah daerah yang mendapat IGA 2019:

Kategori Daerah Perbatasan

Peringkat 1: Kabupaten Pelalawan

Peringkat 2: Kabupaten Bengkalis

Peringkat 3: Kabupaten Morotai

Kategori Daerah Tertinggal

Peringkat 1: Kabupaten Sigi

Peringkat 2: Kabupaten Nabire

Kabupaten Terinovatif

Peringkat 1: Kabupaten Banyuwangi

Peringkat 2: Kabupaten Kulonprogo

Peringkat 3: Kabupaten Malang

Peringkat 4: Kabupaten Situbondo

Peringkat 5: Kabupaten Banggai

Peringkat 6: Kabupaten Agam

Peringkat 7: Kabupaten Musi Rawas

Peringkat 8: Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Peringkat 9: Kabupaten Bogor

Peringkat 10: Kabupaten Padang Pariaman

Kategori Kota Terinovatif

Peringkat 1: Kota Denpasar

Peringkat 2: Kota Bogor

Peringkat 3: Kota Bontang

Peringkat 4: Kota Malang

Peringkat 5: Kota Cimahi

Peringkat 6: Kota Bandung

Peringkat 7: Kota Makassar

Peringkat 8: Kota Magelang

Peringkat 9: Kota Surakarta

Kategori Provinsi Terinovatif

Peringkat 1: Provinsi Jawa Tengah

Peringkat 2: Provinsi Jawa Barat

Peringkat 3: Provinsi Sumatera Barat

Peringkat 4: Provinsi DKI Jakarta

Peringkat 5: Provinsi Riau