Pembangunan Jalur Puncak II Harus Dilanjutkan
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 04 May 2017 11:37 , Dilihat Sebanyak : 46 Kali
Pikiran-rakyat.com

BANDUNG,(PR).- Beberapa kecelakaan yang terjadi di jalur pucak belum lama ini, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak Pemerintah Pusat melanjutkan pembangunan jalur Puncak II Bogor-Cianjur. Seperti diketahui kecelakaan di jalur puncak belum lama ini telah menelan belasan korban jiwa.
Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa menuturkan keberadaan jalur Puncak II sudah sangat mendesak mengingat bisa menjadi alternatif pengurai arus lalu lintas di jalur Puncak. “Musibah di Puncak dua pekan berturut-turut menunjukan jalur puncak II harus dilanjutkan,” kata dia kepada wartawan di Bandung, Rabu, 3 Mei 2017.
Menurut dia, dengan pembangunan Jalur Puncak II perkembangan Cianjur bisa seiring dengan Sukabumi, Bogor dan Kabupaten Bandung Barat yang saat ini akan terkoneksi dengan adanya Tol Bocimi dan Tol Sukabumi-Ciranjang, Kabupaten Bandung Barat.
“Dengan posisi tol nanti Cianjur kemungkinan besar tidak terlalui oleh masyarakat pengguna jalan,” tutur dia.
Menurut dia, studi kelayakan jalur Puncak II sudah dilakukan pemerintah. Kondisi eksisting jalan saat ini di wilayah Cipanas-Ciawi dinilai Iwa bisa menjadi gambaran betapa pentingnya studi lama yang dilakukan diperbaharui kembali. “Ini paling mungkin mengatasi berbagai persoalan seperti kecelakaan dan kemacetan,” ujarnya.
Diakui Iwa, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Jabar akan segera melakukan langkah koordinasi agar rencana pembangunan tersebut bisa menjadi prioritas di PUPR. Pasalnya, saat ini lahan sudah ada sebagian yang sudah dibebaskan.
Meski demikian, pihaknya akan melakukan pengkajian secara lebih detil mengenai jalur Puncak II. Menurut dia, hal ini perlu dikaji lebih lanjut oleh Dirjen Bina Marga dengan provinsi serta Bogor dan Cianjur, terutama dalam memilih jalur yang paling efektif.
Seperti diketahui sejumlah kecelakaan terjadi di jalur puncak dalam beberapa waktu terakhir ini. Pada Sabtu, 22 April 2017 lalu kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan menewaskan tiga orang. Kecelakaan terjadi akibat bus mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan.
Hal serupa terjadi kembali pada Minggu, 30 April 2017. Sebuah bus pariwisata mengalami rem blong dan menabrak beberapa kendaraan di depannya. Akibat kecelakaan maut tersebut, 12 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara belasan orang mengalami luka-luka. (Novianti Nurulliah)