Pelepasan Purnabakti Bappeda Jabar, Pengingat Awal dan Akhir Pengabdian
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 23 Dec 2019 15:49 , Dilihat Sebanyak : 122 Kali

BANDUNG, BAPPEDA JABAR – Bappeda Provinsi Jawa Barat melaksanakan pelepasan pegawai yang telah memasuki masa purnabkati di Ruang Sohoed Warnaen Lantai 3, Senin (23/12).

Adapun pegawai yang telah memasuki purnabakti pada tahun 2019 ini sebanyak 6 orang diantaranya Ida Farida, Etty Poernawati, Dadang Sutana, Ade Sukarya, Edi Kondi dan Achmad Hidayat.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, M. Taufiq Budi Santoso mengatakan pelepasan purnabakti ini jadikan sebagai momentum untuk mengingat adanya awal dan akhir dalam melakukan pengabdian dan membutkitkannya dengan prestasi selama pengabdian belum berakhir.

“Apabila selama melakukan kegiatan di kantor, ada hal yang tidak berkenan, menyita waktu karena kegiatan di Bappeda yang terkadang susah diukur waktunya, mohon dimaklumi,” katanya.

Kepala Bappeda mengajak untuk melakukan pengabdian dan membuktikannya dengan prestasi. Selain melakukan ibadah juga menghasilkan prestasi sebagai PNS di Bappeda Provinsi Jawa Barat.

“Jadikan sebagai kaca, karena pada ahirnya semua akan purnabakti. Tetap jalin silaturahmi dan melakukan pengabdian selanjutnya di organisasi PWRI yang ada di Bappeda Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dalam sekapur sirih, Ida Farida mengharapkan untuk terus menjalin silaturahmi, menjalin kebersamaan kekeluargaan dan menjaga fitrah harkat martabat pribadi atau keluarga.

“Memasukui purnabakti berarti sudah mendapatkan sertifikat lulus menjadi PNS. Selama bekerja sebagai PNS di Bappeda Provinsi Jawa Barat, banyak suka dukanya dilewati bersama dan tidak mudah untuk dilupakan, dan tidak luput dari kesalahan sebagai manusia biasa,” jelas Ida.

Ida Farida mengucapkan permintaan maaf dan berterimakasih atas kesan yang didapatkan dan membuat hidup menjadi berwarna selama bekerja.

Ketua PWRI Unit Bappeda Provinsi Jawa Barat, Ismail Hasyim berpesan agar PWRI dijadikan sebagai ladang amal dan bisa mempererat persatuan dan kesatuan, solidaritas.

“Selain itu juga untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup, meningkatkan kesejahteraan yang layak untuk wredatama, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” tutupnya