Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 02 Apr 2019 12:55 , Dilihat Sebanyak : 2399 Kali

BANDUNG, BAPPEDA JABAR – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 di The Trans Luxury Hotel pada Selasa (02/04).

Acara ini dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI, Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Sekretaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Deputi Pencegahan KPK RI, Kepala PPN/Bappenas Republik Indonesia, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Penjabat Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 M. Iriawan.

Sesuai dengan tema “Pemantapan Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik”, pembangunan diarahkan dalam rangka peningkatan dan pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan infrastruktur strategis sebagai konektivitas wilayah serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Musrenbang ini dilakukan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2019. Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan serta kemandirian.

Sesuai dengan tema  “Pemantapan Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik”, pembangunan diarahkan dalam rangka peningkatan dan pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan infrastruktur strategis sebagai konektivitas wilayah serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Ada 9 (sembilan) prioritas pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pada 2020. Kesembilan prioritas pembangunan RKPD pada tahun 2020 tersebut, diantaranya:

  1. Akses Pendidikan Untuk Semua
  2. Desentralisasi Pelayanan Kesehatan
  3. Pertumbuhan Ekonomi Umat Berbasis Inovasi
  4. Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Pariwisata
  5. Pendidikan Agama dan Tempat Ibadah Juara
  6. Infrastruktur Konektivitas Wilayah
  7. Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa)
  8. Subsidi Gratis Golongan Ekonomi Lemah (Golekmah)
  9. Inovasi Pelayanan Publik dan Penataan Daerah

Ridwan Kamil menekankan dalam melakukan pembangunan diperlukan kekompakan antar elemen.  “Kita penuh semangat, penuh dengan gagasan, penuh dengan cara baru namun yang menjadi masalahnya hanya satu yaitu kurang kompak. Jika masyarakat Jabar kompak kita bisa kalahkan semuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengajak untuk bersemangat dalam membangun 27 daerah dan membangun 50 juta manusia.

Emil mengakui secara fair di tahun 2020 Jabar masih akan menghadapi banyak tantangan untuk diselesaikan, seperti ketimpangan dan kemiskinan.

“Tapi insyaallah dengan program kemandirian desa dan lain-lain, dalam lima tahun kita kikis semaksimal mungkin,” katanya.

“Semoga kedepannya Jawa Barat tidak hanya Juara di Jawa Barat tapi di Indonesia, juga di dunia, asalkan semuanya kompak, guyub, sabilulungan,” jelasnya.

 

Penjabaran Kegiatan Prioritas Tahun 2020 

Prioritas Pertama, Akses Pendidikan Untuk Semua, melalui : (a) Sekolah Juara – Implementasi dalam bentuk Sekolah Jabar Juara (Sejajar), Jabar Masagi, Sekolah Tanpa Gawai (Setangkai), Sekolah Terpadu; (b) Guru Juara – peningkatan guru yang berkualitas dengan kompetensi yang tersertifikasi serta berdaya saing; (c) SMK Juara – pembangunan dan revitalisasi SMK di Jawa Barat, Sertifikasi Nasional bagi SMK, dan menciptakan SMK yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi dan kebutuhan pasar kerja, (d) Perguruan Tinggi Juara dengan menjadikan Perguruan Tinggi sebagai Center of Excelence dan Inovation; (e) Budaya Juara, dalam rangka Pemajuan Kebudayaan Jawa Barat yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus; pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional dan cagar budaya; (f) Perempuan Juara – Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) merupakan sekolah untuk perempuan khususnya di pedesaan (g) Olahraga Juara – mempertahankan juara umum Pekan Olahraga Nasiona (PON) XIX Tahun 2020; (g) Milenial Juara – mencetak generasi muda yang cerdas dan kreatif untuk menjawab berbagai tantangan serta persaingan global; (h) Migran Juara – program perluasan kesempatan kerja ke luar negeri bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat; (i) Tanggap Bencana Juara – meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana, baik sebelum, pada saat, dan setelah bencana terjadi.

Prioritas Kedua, Desentralisasi Pelayanan Kesehatan, melalui : (a) Kesehatan JuaraPeningkatan pelayanan kesehatan dengan melakukan kunjungan dan perawatan gratis oleh dokter dan tenaga medis ke rumah-rumah masyarakat (Layad Rawat), (b) Puskesmas Juara – peningkatan sarana dan prasarana puskesmas yang memadai dan terakreditasi, Pembangunan dan Revitalisasi Rumah Sakit, pengadaan Kendaraan Konseling Silih Asih (Mobil Kekasih), Jaminan kesehatan masyarakat miskin yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren); (c) Ibu dan Anak Juara  pemberian Ojek Makanan Bayi dan Balita (OMABA) dan Ngabring Ka Sakola (Ngabaso). 

Prioritas Ketiga, Pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, melalui: (a) Petani Juara – Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian; (b) Nelayan Juara – Peningkatan produksi dan produktivitas kelautan dan perikanan, serta menjaga kelestarian laut dan kawasan pesisir; (c) Industri Juara – Peningkatan kualitas dan nilai produksi yang mengarah pada peningkatan penyerapan tenaga kerja; (d) Pasar Juara – Revitalisasi Pasar Rakyat, (e) Logistik Juara – mengefektifkan distribusi produk bahan pokok (konsumsi) sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok dan barang penting; (f) UMKM Juara – meningkatkan kualitas dan kapasitas UMKM; (g) Wirausaha Juara  –  Peningkatan kualitas dan kapasitas pelaku usaha, terutama start-up, dengan mengefektifkan dan memperluas cakupan inkubator bisnis.

Prioritas Kempat, Pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata, melalui : (a) Pariwisata Juara – membangun akses ke destinasi yang sudah ada; membangun destinasi wisata baru dan membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pariwisata, (b) Ekonomi Kreatif Juara – Peningkatan  kapasitas kelembagaan pelaku usaha, sarana parasarana, dan pengembangan produk ekonomi kreatif serta pemanfaatan teknologi digital.

Kelima, Pendidikan Agama dan Tempat Ibadah Juara, melalui: (a) Pesantren Juara – Peningkatan ekonomi pesantren (One Pesantren One Product/OPOP), peningkatan sarana dan parasarana pesantren, pemberian beasiswa santri dan insentif kyai dam penyertaraan alumi pesantren; (b) Masjid Juara – Subuh Berjamaah & Magrib Mengaji; Kredit Masyarakat Sejahtera dan  Masjid Ramah dan (c) Ulama JuaraAjengan Masuk Sekolah; Beasiswa Kuliah untuk Penghafal Al-Qur’an dan English for Ulama.

Prioritas Keenam, Infrastruktur Konektivitas Wilayah, melalui : Transportasi Juara, meliputi: pembangunan terminal Tipe B, pemasangan road barrier dan perlengkapan jalan, perpanjangan runway dan pengembangan Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka, pembangunan Bandar Udara Cikembar Kabupaten Sukabumi, optimasi Bandar Udara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran, Pelabuhan Pengumpan Regional di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran dan Kota Cirebon, pembangunan dan peningkatan jalan horizontal poros tengah Purwakarta-Jonggol-Sukamakmur di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bogor, pembangunan Jalan Khusus Tambang di Kabupaten Bogor, pembangunan Jalan Lingkar Kabupaten Cirebon, pembangunan jalan Lingkar Sukabumi segmen 4 di Kabupaten Sukabumi, pembangunan Jalan Sukasari – Lembang di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat, pembangunan dan peningkatan jalan Jalur Tengah Selatan Jawa Barat, pembangunan dan peningkatan jalan Simpang Muara Cikadu-Simpang Pancuh Tilu-Cikadu dan peningkatan Jalan Provinsi lainnya, serta peningkatan jalan kabupaten/kota diantaranya peningkatan jalan lingkar Kuningan–Sampora–batas Cirebon dan peningkatan jalan desa serta Pembangunan Fly over. Dukungan terhadap pembangunan proyek strategis nasional yaitu: Pembangunan Inland waterways CBL, Terminal dan Pendukungnya, Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang, reaktivasi empat jalur kereta api, pembangunan 16 (enam belas) ruas jalan tol di Jawa Barat, pembangunan Jalan Puncak II di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, peningkatan dan pelebaran jalan alternative Lingkar Gentong di Kabupaten Tasikmalaya, peningkatan Jalan Soreang-Ciwidey, peningkatan dan pelebaran jalan Jalur Bandung – Soreang – Naringgul – Cidaun. Peningkatan dan pelebaran Jalan Jalur Banjar – Kalipucang – Pangandaran. 

Prioritas Ketujuh, Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa),  melalui : Satu Desa Satu BUMDes, One Village One Company (OVOC), desa digital, patriot desa, CEO BUMDesa (Chief Executive Officer), kampung keluarga juara, desa sejahtera mandiri, desa wisata, sapa warga, mobil siaga, penguatan infrastruktur perdesaan dan pembangunan jembatan desa.

Prioritas Kedepalapan, Subsidi Gratis Golongan Ekonomi Lemah (Golekmah), melalui : melalui: Pelayanan kesehatan untuk warga kurang mampu, sekolah gratis bagi warga kurang mampu, Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Beasiswa Perguruan Tinggi bagi warga kurang mampu, buruh juara dan sembako gratis.

Prioritas Kesembilan, Inovasi Pelayanan Publik dan Penataan Daerah, melalui : Birokrasi Juara – Birokrasi juara yakni upaya dalam meningkatkan birokrasi yang efektif dan efisien, bersih dan akuntabel serta pelayanan publik berkualitas, ASN Juara adalah upaya menciptakan ASN yang berkualitas melalui corporate-university, talent management/talent pool, e-aparatur, lelang jabatan, remunerasi berbasis kinerja dan beasiswa bagi ASN, APBD Juara adalah upaya optimalisasi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan daerah melalui melalui inovasi teknologi (e-planning, e-budgeting, e-monev), optimalisasi dana pembangunan untuk kabupaten/kota dan penguatan Kemitraan Pemerintah – Badan Usaha (KPBU), BUMD Juara –  mereformasi BUMD dengan menerapkan Good Coorporate Governance, meningkatkan efektifitas dan efisiensi BUMD guna meningkatkan PAD Jawa Barat, mendorong kemitraan BUMD dengan Badan Usaha Swasta, dan optimalisasi pemanfaatan aset provinsi.