Menkoinfo : Rp 270 Triliun untuk Bangun Internet yang tidak Lelet
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 26 Nov 2014 02:24 , Dilihat Sebanyak : 26 Kali

BANDUNG – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo) Republik Indonesia, Rudiantara menyatakan akan memperbaiki coverage dari sistem internet di Indonesia, sehingga tak ada lagi jaringan internet yang lelet di tanah air ini.

Namun untuk broadband plan yang dijadwalkan akan terus dibangun hingga 2019 tersebut dibutuhkan dana yang tidak sedikit yaitu sebanyak Rp 270 triliun, “Kita akan kerjasamakan dengan operator-operatornya namun jika dananya tidak mencukupi akan dibantu oleh negara,” kata Rudiantara di sela-sela acara Pertemuan Bakohumas Nasional, di Hotel Harris, Jalan Peta, Kota Bandung, pada Selasa (25/11/2014).

Rudiantara pun berjanji broadband plan ini tak akan terpaku di daerah Indonesia bagian barat saja, namun harus dipikirkan juga jaringan coverage yang ada di Indonesia bagian timur. “Untuk kedaerah timur seperti Papua, kita akan juga gunakan kabel laut, dan untuk itu kami juga sedang mengembangkan lebih lanjut media lain untuk kecepatan internet seperti penggunaan fiber optik, bahkan satelit,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah menyiapkan jaringan 4G yang bisa dinikmati di tahun depan oleh seluruh rakyat Indonesia, tetapi butuh sosialisasi bagi para penggunanya. “Jaringan 4G ini sangat kencang dibanding jaringan yang ada sekarang, namun masyarakat perlu mengganti SIM Card-nya terlebih dahulu dari telefon seluler atau modem yang dimilikinya,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai dimulainya E-Government, Rudiantara juga sudah sangat siap dengan hal tersebut dan sudah mendapat dukungan dari beberapa kepala daerah yang ada di Indonesia.

“Kalau Jabar sih sudah sangat siap, bahkan Kang Aher sendiri, sudah sangat menginginkannya, agar masyarakatnya juga lebih melek dengan dunia maya, ditambah lagi Kabupaten dan Kota yang ada di Jabar,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan meminta bantuan kepada Rudiantara untuk membantu berkembangnya TV-TV lokal, agar bisa lebih menunjukkan budaya dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

“Masyarakat pelosok terkadang sajian yang diterimanya justru skalanya terlalu nasional, padahal masalah disekitarnya pun banyak yang bisa diangkat, namun karena TV lokal kurang mendapat perhatian dan pemasang iklannya masih dinilai kurang maka sulit berkembang,” katanya.

Oleh karenanya Aher pun meminta agar Kemkominfo mengambil langkah-langkah agar TV-TV lokal ini bisa berkembang, misalnya dengan para pemasang iklan di TV nasional harus juga memasang iklan di TV lokal dan meski bayarannya lebih sedikit namun bisa membantu majunya TV lokal. “Dengan berkembangnya TV lokal ini justru bisa membantu kelestarian budaya di Indonesia di masa yang akan datang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut pun Menkominfo Rudiantara memberikan penghargaan kepada Provinsi Jabar sebagai Humas terbaik selama 3 tahun berturut-turut, yang langsung diterima oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.