Menhub Beberkan Program Infrastruktur Transportasi di Jabar
Di Posting Oleh : bappeda jabar humas, Tanggal : 04 Sep 2018 10:35 , Dilihat Sebanyak : 44 Kali

BOGOR, WARTA EKONOMI.CO.ID  — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan banyak program yang dilakukan pemerintah di wilayah Jawa Barat, khususnya untuk Bogor melalui pembangunan infrastruktur trasnportasi yang dapat memudahkan pergerakan masyarakat dari Jakarta-Bogor-Sukabumi.

“Untuk Bogor kita membangun LRT tidak hanya sampai Cibubur, tapi sampai Bogor. Kita akan hubungkan dari Bogor ke Jakarta,” kata Menteri Budi Karya di Bogor, Sabtu (25/8/2018).

Dari Bogor ke Sukabumi lanjutnya, akan dibuat kereta jalur ganda (double track) yang tadinya berangkat tiga kali sehari, kini menjadi 12 kali. Begitu pula dengan rangkaiannya akan ditambah dari tiga menjadi 10 bahkan 12 kereta.

“Ini jadi prioritas, orang Sukabumi kalau ke Bogor, maupun orang Bogor kalau ke Sukabumi,” katanya.

Menteri Budi mengatakan, masih banyak lagi program-program pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah di Jawa Barat seperti Patimbangan dan Kertajati. Yang terpenting dari itu semua, lanjut Budi, adalah bagaimana masyarakat mengetahui apa yang dilakukan pemerintah, dan menangkal kesempatan tersebut untuk maju bersama program tersebut.

Terkait jalur ganda, sangat penting, mengingat jumlah penduduk Sukabumi kurang lebih enam juta jiwa, pergerakannya cukup tinggi. Jarak tempuh Sukabumi ke Jakarta selama ini bisa enam sampai tujuh jam. Pemerintah lanjutnya, menginginkan Sukabumi-Bogor-Jakarta terhubung dengan baik melalui kereta jalur ganda ini.

“Sehingga masyarakat punya pilihan bisa naik mobil, bisa juga kereta api,” katanya.

Selain itu, wilayah Bogor juga dirugikan dengan banyaknya kendaraan yang mengangkut minuman melintas di Jalur Sukabumi Ciawi, sehingga jalan yang dilintasi sering mengalami kerusakan.

“Kita akan upayakan, kita pindahkan angkutan air tersebut melalui kereta api,” katanya.

Untuk tahap awal, kereta jalur ganda baru sampai Cicurug – Cigombong, pembangunan jalur tersebut akan diselesaikan menghubungkan Bogor-Sukabumi-Cicurug-Cigombong. Menurut Budi pembangunan jalur ganda ini memang rumit karena memiliki jalur mendaki dan berbelok, sehingga harus memangkas dan meratakannya, agar kapasitas kereta yang melintas bisa lebih besar.

“Nanti kereta yang akan melintas gerbongnya bisa sampai 12 tidak tiga kali seperti sekarang,” katanya.

Terkait pengoperasian LRT, Budi mengatakan akan dioperasikan pada bulan Februari 2018. Saat ini masih dilakukan uji coba. Dan Kementerian Perhubungan akan membuat kerjasama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan membuat rancangannya yang akan ditawarkan kepada swasta untuk memilah mana yang lebih ekonomi.

Budi juga menyinggun soal perkembangan tol Bocimi yang sudah memasuki tahap akhir pembangunan, dan segera akan diresmikan sekitar bulan September atau Oktober. (Ant)