LAPORAN ANTARA PEMBUATAN PETA TUTUPAN LAHAN PROVINSI JAWA BARAT
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 23 Sep 2014 12:33 , Dilihat Sebanyak : 591 Kali

Bidang Fisik Bappeda Provinsi Jawa Barat menggelar rapat Laporan Antara Pembuatan Peta Tutupan Lahan Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan pada hari Senin (22/09) di Ruang Sidang Bidang Fisik Bappeda Jabar. Ani Widiani, S.T., MUT., menjadi pimpinan rapat pada kesempatan tersebut serta dihadiri oleh konsultan dari PT. Kapima Rencanatama membahas laporan antara yang merupakan lanjutan dari laporan pendahuluan yang dilaksanakan sebelumnya. Pada kesempatan tersebut hadir juga beberapa OPD tingkat provinsi yaitu Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Perhutani, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat.

Tujuan dari pekerjaan ini adalah eksplorasi fenomena tutupan lahan Jawa Barat terkini pada informasi skala 1:25.000 sebagai upaya untuk memperbaharui Peta Tematik Tutupan Lahan Jawa Barat tahun 2010 yang sudah tidak up to date lagi dan harus diperbaharui. Mengingat Jawa Barat merupakan provinsi dengan perkembangan pemanfaatan lahan paling dinamis di Indonesia dan sebagai provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia (18,2% penduduk Indonesia). Berbagai peran dan fungsi yang diemban oleh Jawa Barat membawa fenomena bahwa pemanfaatan lahan yang ada akan terus berkembang seiring dengan perkembangan penduduk. Diperlukan data tutupan lahan terkini sebagai dasar dalam mengetahui fenomena yang terjadi di dalamnya secara spasial (keruangan).

Agenda rapat tersebut membahas mengenai hasil kerja konsultan mengenai peta tutupan lahan yang sudah mengalami progres yang signifikan, namun ada beberapa masukan dan saran yang disampaikan oleh peserta rapat mengenai hasil kerja tim konsultan. Salah satu masukan adalah data yang tidak sama antara Dinas Pertanian dan tim konsultan, hal tersebut dikhawatirkan menjadi polemik. Hal yang menjadi hambatan tim konsultan adalah kondisi data citra Provinsi Jawa Barat yang dihasilkan dari Mozaik citra SPOT-6 dan citra sekunder seringkali berbeda dengan apa yang ada di lapangan, tampak sawah dalam citra sama seperti tampak semak belukar, maka dari itu perlu adanya ground check.