Lala Lili Dilepas di Hutan
Di Posting Oleh : HUMAS BAPPEDA JABAR, Tanggal : 08 Sep 2016 16:07 , Dilihat Sebanyak : 26 Kali

KAB BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melepas sepasang maskot PON XIX & Peparnas XV 2016 Jawa Barat Lala dan Lili, atau sepasang primata khas Jabar bernama latin Presbytis comata, di Kawasan Bandung Selatan, Rabu (07/09/2016).

Aher menuturkan bahwa penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat, harus bernilai lebih dari sekedar pertandingan olahraga.

Sebagai nilai tambah, PON di Jawa Barat perlu membawa nilai budaya, sekaligus pelestarian alam. Salah satunya dengan dipilihnya hewan hampir punah, Surili.

“PON ini kan tidak semata – mata olahraga, disaat yang bersamaan juga harus bernilai budaya, bernilai lingkungan, bernilai pelestarian. Nah budayanya tentu kita selipkan tampilan – tampilan budaya, pelestarian lingkungannya Alhamdulillah kita ketika menentukan maskot PON ada banyak usulan, salah satunya surili,” kata Aher usai melepas Lili Lala (sepasang surili) di Kawasan Cagar Alam Situ Patenggang.

Pemilihan Surili sebagai maskot PON XIX dan PEPARNAS 2016 Jawa Barat itu sendiri, dipilih atas dasar kebersahajaan, kelincahan, kehangatan, kelucuan lengkingannya mewakili sebagian sifat dan kemampuan para atlet.

Sebagai nilai budaya, Surili dikenakan Iket alias pengikat kepala khas Jawa Barat yang mencerminkan nilai luhur tradisi dan karakter masyarakat Jawa Barat, yakni Cageur, Bageur, Bener dan Pinter.

Pemilihan satwa endemik tersebut sebagai maskot PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat diharapkan dapat membangkitkan kesadaran, rasa memiliki, kepedulian dan kecintaan seluruh warga Jawa Barat khususnya  dan bangsa Indonesia umumnya, terhadap kekayaan potensi sumberdaya alam, kesenian tradisional, nilai-nilai patriotik dan sosial budaya terutama Surili sebagai fauna khas Jawa Barat.

“Surili itu adalah jenis primata endemik asli Jawa Barat, dan kemudian ada di ambang kepunahan. Di hutan ini jumlahnya tinggal 40 ekor kurang lebih. Ditambah dua sekarang mudah – mudahan dua ini berkembang biak lebih banyak lagi,” tambahnya.

Pemilihan Maskot PON XIX sendiri,  dilakukan melalui sayembara sejak tanggal 1 Januari 2014, dilakukan secara terbuka ke seluruh Provinsi di Indonesia dan diumumkan di media massa.

Hal tersebut memiliki tujuan untuk mendapatkan logo dan maskot terbaik dari yang terbaik, serta untuk membangun rasa kebersamaan dengan daerah lainnya.

Persyaratan desain Maskot PON diantaranya; relevansi maskot dengan visi, misi dan semangat PON Jabar, originalitas, estetika, kreativitas, serta desain karya yang diajukan.

“Selama tiga bulan, desain yang terdaftar mencapai 500 desain, pada bulan Maret 2014, Dewan Juri telah menetapkan Surili sebagai Maskot PON terpilih,” jelas Aher.